Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Zionis Yahudi
Kicauan Twitter Prof Hamka Haq Menuai Kecaman
Wednesday 02 Jan 2013 00:40:48
 

Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), Prof Hamka Haq.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM – Pernyataan Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), Prof Hamka Haq di akun twitternya menuai kecaman dari Forum Umat Islam (FUI).

"Jadi sejujurnya, sangat salah kalau dibilang Israel merebut negeri orang, tapi yang benar ialah Israel kembali ke negeri yang lama ditinggal," tulis Ketua Umum Bamusi, Prof Hamka Haq di akun twitter miliknya, @hamkahaq, Jumat (28/12).

"Hamka Haq kalau membuat pernyataan harus berdasarkan Al Quran, Hadits, kalau tidak didasarkan kedua lantasan itu, dipertanyakan keislamannya. Sebagai seorang profesor tidak perlu melacurkan diri dengan pernyataan itu," kata Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath kepada itoday, Selasa (1/1).

Menurut Al Khaththath, pernyataan Hamka Haq itu menunjukkan kedekatan PDIP dengan zionis Israel. "Harusnya bukan didasarkan kepentingan politik, tetapi harus sesuai dengan Al Quran dan Hadits," ungkap Al Khaththath.

Hamka Haq menganggap Umat Islam harus bersyukur, karena Bani Israel hanya menuntut kembali ke Palestina (Tel Aviv), tidak menuntut untuk kembali ke Madinah.

"Entah apa jadinya, andaikata Yahudi (Israel) berkeras untuk kembai ke Madinah, tempat mereka sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke sana," tulis Hamka Haq.

Selain itu, Hamka juga menerangkan, berdasarkan sejarah, Palestina itu adalah negeri Nabi Ibrahim dan keturunannya, mencakup Bani Israel dan Bani Ismail (Arab).

"Dahulu, Bani Israel berbaur dengan bangsa Arab di Palestina, dan di Madinah (Yatsrib) yang juga adalah tanah air Yahudi sebelum Nabi hijrah ke sana," tegasnya.

Kata Hamka, sewaktu Nabi Muhammad SAW Isra-mi’raj, sempat bershalat di Masjid Aqsha, yang waktu itu bukan milik Muslim, tapi rumah ibadah Yahudi dan Nashrani. "Artinya, Palestina dan Madinah itu tanah air bersama kaum Yahudi dan Arab yang tetap dipertahankan oleh Nabi selaku Kepala Negara di Madinah," papar Hamka Haq.

Lanjut Hamka, sepeninggal Nabi Muhammad SAW, para Khalifah membuat kebijaksanaan mengusir Bani Israel dari Madinah, menyusul kemudian terusir pula dari Palestina.

Sementara itu Al Khaththath mengungkapkan, Hamka Haq itu harusnya membaca sejarah di mana berdirinya negara Israel yang merebut Palestina dengan teror.

"Yang namanya Yahudi datang ke Palestina, melakukan teror terhadap kaum muslimin. Kaum Yahudi datang bersama penjajah Inggris. Pemimpin Israel itu para teroris yang sangat kejam, mengusir warga Palestina," ujarnya.

Kata Al Khaththath, Hamka Haq itu pura-pura tidak tahu atau tidak mengerti sejarah kekejaman Yahudi terhadap warga Palestina. Tak perlu melacurkan diri dengan menyebut Israel tidak merebut wilayah Palestina. "Pura-pura tidak tahu, berarti munafik, tidak ngerti harus belajar. Yahudi datang bersama penjajah Inggris untuk menempati tanah milik Palestina. Inggris dan Yahudi merampas tanah milik kaum Muslimin Palestina!" Tegas Al Khaththath.

Pernyataan Prof Hamka ini pun berlawanan dengan Pernyataan Prof Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbachnya yang mengatakan, bahwa antara orang Yahudi sendiri bertikai hingga akhir zaman. Ada Yahudi yang baik, lebih banyak Yahudi yang jahat. Tapi kita tak boleh menafikan keberadaan orang Yahudi yang baik ini. Boleh jadi, ia juga sedang berjuang untuk menegakkan kebenaran.

Prof. Dr. H.M. Quraish Shihab sebagai pakar tafsir lulusan Universitas Al Azhar, menjelaskan konfigurasi otak Yahudi diset lebih dominan otak kiri yang bersifat materi (detail, logika, bahasa). Ia sulit merasakan hal yang gaib atau spiritual, yang kemampuannya didukung otak kanan (konsep, spiritual, gambar). Seorang pakar otak yang mengalami stroke mengaku, setelah memaksimalkan otak kanan dengan menekuni seni patri, ia berubah menjadi peka terhadap kehadiran orang baik di dekatnya. Ia pun lebih mudah berbuat baik pada orang lain.

Lanjut Quraish Shihab bahwa, orang baik membawa aura kebaikan yang bisa ditangkap oleh “radar” orang yang sering menggunakan otak kanan. Shalat dan ibadahnya kaum muslim sejatinya mengasah otak kanan. Sehingga lebih mudah menemukan orang baik pada kaum muslim daripada kaum zionis. Ilmiah, sekaligus menjelaskan kebiadaban zionis, si pendewa otak kiri, jelas Mantan Menteri Agama ini.(itd/bhc/mdb)



 
   Berita Terkait > Zionis Yahudi
 
  Kicauan Twitter Prof Hamka Haq Menuai Kecaman
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2