JAKARTA, Berita HUKUM - Sejumlah perwakilan dari Koalisi Masyarakat Sipil dalam Penyelamatan Sumber Daya Alam (SDA) mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (1/4) sore. Mereka menyatakan dukungan atas kegiatan koordinasi dan supervisi KPK dalam Gerakan Nasional Penyelamatan SDA di sektor kelautan, kehutanan, perkebunan dan pertambangan.
Rombongan yang dikomandoi Zenzi Suhadi dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) ini, ditemui Wakil Ketua KPK Zulkarnain. Mereka menyampaikan rencana aksi yang akan dilakukan koalisi masyarakat sipil, dalam mengawal dan membantu kegiatan KPK tersebut.
Zulkarnain saat menerima para rombongan menyatakan apresiasinya. Bagi KPK, kata Zulkarnain, partisipasi dan keterlibatan masyarakat dalam mengawal kegiatan tersebut merupakan dukungan yang nyata dalam pemberantasan korupsi.
“Dukungan masyarakat adalah aset yang sangat berharga. Kami sangat menghargai upaya ini sehingga tugas pemberantasan korupsi yang dijalankan KPK akan lebih efektif dan efisien,” katanya.
Sementara itu, Zenzi menyatakan bahwa akar persoalan pada sektor ini adalah korupsi. Itu sebabnya koalisi masyarakat akan menguatkan kinerja KPK dalam mengawal GN SDA yang tengah berlangsung. “Hampir setiap tahapan proses pengelolaan SDA dijangkiti suap, pemerasan, pungli dan bahkan penyanderaan negara. Karenanya kami mendukung yang diinisiasikan KPK,” katanya.
Lebih lanjut, kata Zenzi, koalisi masyarakat juga menuntut atas sejumlah persoalan, antara lain menuntut penguatan hak tenurial masyarakat atas sumber daya dan perluasan wilayah kelola; menuntut dihentikannya proses kriminalisasi terhadap masyarakat lokal dan adat dalam mengakses sumber daya alam; mendesak inklusivitas dan penguatan hak serta partisipasi masyarakat dalam pengelolaan SDA; melakukan audit dan penataan ulang terhadap seluruh pengelolaan SDA; serta mendorong penegakan hukum terhadap korporasi yang melanggar hukum.(kpk/bh/sya) |