JAKARTA, Berita HUKUM - Rombongan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.(DPR RI) mengadakan Kunjungan Kerja (Kunker) di satuan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang bertempat di Balai Komando Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Cijantung, Jakarta. Kunker tersebut termasuk di dalamnya melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan Kasad Jenderal TNI Mulyono.
"Komisi I melakukan kunker dengan KSAD di markas Kopassus. Kami rapat secara khusus dengan KSAD," ujar Ketua Komisi I DPR, Mahfud Sidiq di Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur pada, Kamis (10/3).
Dalam kunjungannya, anggota Komisi 1 DPR membahas pembangunan kekuatan pokok minimum atau minimun essential force (MEF) yang telah berjalan sejak era Presiden SBY. Selain itu, mereka ingin melihat postur alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI.
Mahfudz Siddiq menjelaskan Kunker beserta rombongan dari Komisi I DPR RI ke Kopasus adalah rangkaian kerja anggota DPR RI ke Mabes TNI AL dan Mabes TNI AU. Komisi I ingin membahas rencana kebutuhan prajurit dari tiga angkatan untuk dimasukkan dalam penyusunan rencana kebutuhan alutsista periode 2015-2019.
"Tanggal 17 Maret nanti kami akan lakukan kunjungan ke Mabes TNI bersama panglima TNI dan 3 kepala staf angkatan. Kami akan bicarakan bagaimana postur kekuatan TNI secara terpadu, baik yang ada saat ini, maupun yang akan datang. Kami ingin tahu kebutuhan hingga tahun 2019. Setelah selesai di lingkungan TNI, baru kami akan duduk bersama Menteri Pertahanan," jelas Mahfudz Siddiq, Anggota Dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Mahfudz Siddiq juga mengatakan bahwa, pihaknya sekaligus melakukan potret kekuatan alutsista TNI setiap angkatan. Sebelumnya Kementerian Pertahanan telah menyelesaikan rencana strategis tahap satu yakni tahun 2010-2014.
"Semestinya sejak 2015, Kemhan dan TNI sudah mulai masuk melaksanakan renstra modernisasi alutsista TNI tahap dua yaitu periode 2015-2019," tambah Mahfudz Siddiq.
Mahfudz Siddiq juga menambahkan bahwa, pihaknya juga mengevaluasi ketepatan dan efektivitas dari pelaksanaan rencana strategis tersebut.
"Kami juga menyimak paparan dari Kasad sebagaimana paparan Kasau dan Kasal sebelumnya, mengenai rencana TNI AD dalam menyusun kebutuhan alutsistanya untuk renstra 2015-2019," imbuhnya.(bh/yun) |