Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    

Komite Etik Segera Periksa Pimpinan KPK
Monday 05 Sep 2011 16:02:04
 

Abdullah Hehamahua
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memulai pemeriksaan terhadap sejumlah pimpinan KPK terkait tudingan mantan bendahara umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Demikian dikatakan Ketua Komite Etik KPK Abdullah Hehamahua kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta, Senin (5/9).

Menurut dia, pemeriksaan komite etik kembali aktif setelah libur Lebaran. Pada Selasa (6/9), komite etik akan mengumpul keterangan dari beberapa saksi tambahan dan memanggil unsur pimpinan KPK terperiksa pekan depan. "Kami akan kembali memeriksa pada 6 September 2011, setelah semua saksi diperiksa baru pimpinan KPK lainnya akan diperiksa,” ujar Abdullah.

Sejauh ini, Komite Etik memeriksa Wakil Ketua KPK Mochammad Jasin dari unsur pimpinan lembaga antisuap tersebut. Selain dia, komite juga telah mengumpulkan keterangan dari juru bicara KPK Johan Budi SP dan mantan deputi penindakan KPK Ade Rahardja.

Menurut Abdullah, beberapa nama unsur pimpinan KPK terperiksa yang akan menyusul diperiksa adalah Ketua KPK Busyro Muqoddas, Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah yang mengurusi bidang penindakan, dan Wakil Ketua KPK Haryono Umar yang menyupervisi bidang pencegahan.

"Haryono Umar sedang di Jerman. Kalau minggu ini semua saksi selesai, kami akan panggil Busyro kalau dia di sini sembari menunggu Haryono," ujar Abdullah yang mengaku belum tahu kapan pemanggilan untuk Chandra M Hamzah.

Dijelaskan Abdullah, komite etik belum menemukan bukti pelanggaran kode etik oleh unsur pimpinan KPK seperti dituduhkan Nazaruddin. Abdullah mengatakan fakta seperti pertemuan Chandra dan Ketua Umum Partai Demokrat (saat ini) Anas Urbaningrum pada 2007 tidak bisa dikatakan pelanggaran kode etik.

Temuan komite, lanjut dia, memperlihatkan bagaimana upaya koruptor untuk menyerang lembaga antikorupsi itu terus berlanjut. "Temuan kami juga masih seperti biasa, bahwa bagaimana skenario corruptors fight back itu masihtetap dominan," tandasnya. (mic/spr)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2