JAKARTA, Berita HUKUM - Penelitian terbaru mengisyaratkan kematian karena konflik mencapai tingkat tertinggi dalam 25 tahun sementara jumlah pengungsi mencapai tingkat tertinggi sejak Perang Dunia Kedua.
Laporan tahunan Indeks Perdamaian Dunia 2016 juga menyebutkan dunia semakin tidak damai dengan menekankan memburuknya perdamaian dunia selama satu dekade belakangan.
Penyebab utamanya adalah meningkatnya terorisme dan tingkat ketidakstabilan politik yang tinggi.
Penelitian terbaru mengisyaratkan kematian karena konflik mencapai tingkat tertinggi dalam 25 tahun sementara jumlah pengungsi mencapai tingkat tertinggi sejak Perang Dunia Kedua.
Laporan tahunan Indeks Perdamaian Dunia 2016 juga menyebutkan dunia semakin tidak damai dengan menekankan memburuknya perdamaian dunia selama satu dekade belakangan.
Penyebab utamanya adalah meningkatnya terorisme dan tingkat ketidakstabilan politik yang tinggi.
Indeks ini juga menyatakan jumlah kejadian terorisme mencapai tingkat tertinggi. Sebagian besar serangan terpusat di lima negara, yaitu Suriah, Irak, Nigeria, Afghanistan, dan Pakistan.
Sementara Islandia adalah negara yang paling damai, diikuti Denmark serta Austria.
Adapun Panama, Thailand, dan Sri Lanka dipandang menunjukkan perbaikan perdamaian paling tinggi namun Yaman, Ukraina, dan Turki justru mengalami kemunduran terbesar.
Penyusunan indeks didasarkan pada 23 indikator, antara lain peristiwa kejahatan dengan kekerasan, tingkat militerisasi negara, dan impor senjata.(BBC/bh/sya)
|