Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
TNI
Koopsau I Gelar Latihan Militer Jalak Sakti 2015
Thursday 04 Jun 2015 19:55:49
 

TNI Angkatan Udara melakukan latihan militer Jalak Sakti 2015 di lapangan Air Weapon Range (AWR) Buding, Kabupaten Belitung Timur, Kamis (4/6).(Foto: BH/yun)
 
BELITUNG, Berita HUKUM - Komando Operasial TNI Angkatan Udara I hari Kamis ini menggelar latihan tempur Jalak Sakti dan Trisula Perkasa 2015 di Tanjung Pandan, Belitung yang melibatkan puluhan pesawat tempur dan ratusan prajurit.

Dalam latihan ini, ratusan Korpaskhas menyerang sasaran daerah yang dianggap dikuasai oleh musuh. TNI Angkatan Udara melakukan latihan militer Jalak Sakti 2015 di lapangan Air Weapon Range (AWR) Buding, Kabupaten Belitung Timur pada, Kamis (4/6).

Tampak ratusan personil Korpaskhas diterjunkan oleh enam pesawat Hercules dengan ketinggian 2.000 kaki. Mereka juga membawa senjata SS-1 buatan pabrik dalam negeri PT Pindad.

Sebelum itu, pesawat F-16 dan Hawk melakukan serangan bom mk-82 dengan sasaran rumah gubuk di tengah lapangan Air Weapon Range (AWR) Buding. Secara cepat bom itu telah membombardir sasaran itu.

Panglima Koopsau I Marsekal Muda TNI Agus Dwi Putranto, Rabu (3/6) menyatakan, operasi yang melibatkan kotama di jajaran Koopsau I untuk melatih kesiapan anggota dalam menghadapi ancaman kedaulatan negara Republik Indonesia.

Dalam pagelarannya sendiri, wilayah pengamanan Koopsau I meliputi Samudera Hindia, Aceh hingga Laut Cina Selatan, dalam kata lain, Koopsau I harus dapat mencegah terjadinya pelanggaran kedaulatan negara yang berasal dari utara. Terlebih dengan adanya konflik di Laut Cina Selatan yang saat ini masih menjadi perebutan oleh beberapa negara.

Lebih jauh Marsda Agus menyatakan, TNI AU tetap menggelar operasi rutin sekaligus meningkatkan kesiapan sarana dan prasarana landasan udara.

Beberapa skenario yang diujikan adalah pengintaian, penerjunan, perebutan pangkalan udara, dan diakhiri dengan penembakan target dari udara. Kedepannya setelah melaksanakan operasi di tingkat koopsau, Agus menambahkan akan digelar latihan gabungan dengan melibatkan kesatuan TNI yang lain.(bh/yun)



 
   Berita Terkait > TNI
 
  Pengemudi Mobil Plat TNI Palsu Cekcok dengan Pengendara Lain Jadi Tersangka Pasal 263 KUHP
  Jenderal Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Kepala Staf TNI AD
  Meutya Hafid: Utut Adianto Pimpin Panja Netralitas TNI Komisi I
  Komisi I DPR RI Sepakat Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI gantikan Laksamana Yudo Margono
  Aspek Netralitas Akan Jadi Sorotan Komisi I dalam RDPU Visi-Misi Calon Panglima TNI
 
ads1

  Berita Utama
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

 

ads2

  Berita Terkini
 
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2