BELITUNG, Berita HUKUM - Komando Operasial TNI Angkatan Udara I hari Kamis ini menggelar latihan tempur Jalak Sakti dan Trisula Perkasa 2015 di Tanjung Pandan, Belitung yang melibatkan puluhan pesawat tempur dan ratusan prajurit.
Dalam latihan ini, ratusan Korpaskhas menyerang sasaran daerah yang dianggap dikuasai oleh musuh. TNI Angkatan Udara melakukan latihan militer Jalak Sakti 2015 di lapangan Air Weapon Range (AWR) Buding, Kabupaten Belitung Timur pada, Kamis (4/6).
Tampak ratusan personil Korpaskhas diterjunkan oleh enam pesawat Hercules dengan ketinggian 2.000 kaki. Mereka juga membawa senjata SS-1 buatan pabrik dalam negeri PT Pindad.
Sebelum itu, pesawat F-16 dan Hawk melakukan serangan bom mk-82 dengan sasaran rumah gubuk di tengah lapangan Air Weapon Range (AWR) Buding. Secara cepat bom itu telah membombardir sasaran itu.
Panglima Koopsau I Marsekal Muda TNI Agus Dwi Putranto, Rabu (3/6) menyatakan, operasi yang melibatkan kotama di jajaran Koopsau I untuk melatih kesiapan anggota dalam menghadapi ancaman kedaulatan negara Republik Indonesia.
Dalam pagelarannya sendiri, wilayah pengamanan Koopsau I meliputi Samudera Hindia, Aceh hingga Laut Cina Selatan, dalam kata lain, Koopsau I harus dapat mencegah terjadinya pelanggaran kedaulatan negara yang berasal dari utara. Terlebih dengan adanya konflik di Laut Cina Selatan yang saat ini masih menjadi perebutan oleh beberapa negara.
Lebih jauh Marsda Agus menyatakan, TNI AU tetap menggelar operasi rutin sekaligus meningkatkan kesiapan sarana dan prasarana landasan udara.
Beberapa skenario yang diujikan adalah pengintaian, penerjunan, perebutan pangkalan udara, dan diakhiri dengan penembakan target dari udara. Kedepannya setelah melaksanakan operasi di tingkat koopsau, Agus menambahkan akan digelar latihan gabungan dengan melibatkan kesatuan TNI yang lain.(bh/yun)
|