Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Yaman
Korban Tewas Serangan Pesta Pernikahan di Yaman Jadi 130 Orang
Thursday 01 Oct 2015 10:44:29
 

Tembakan rudal dilaporkan menghantam dua tenda tempat resepsi itu digelar di sebuah desa di dekat pelabuhan Laut Merah, Mocha.(Foto: Istimewa)
 
YAMAN, Berita HUKUM - Korban tewas akibat serangan udara terhadap sebuah pesta pernikahan di Yaman, Senin, bertambah menjadi 130 orang, demikian keterangan PBB dan laporan media setempat. Tembakan rudal dilaporkan menghantam dua tenda tempat resepsi itu digelar di sebuah desa di dekat pelabuhan Laut Merah, Mocha.

Warga desa Wahijah mengatakan, serangan rudal itu dimuntahkan oleh pesawat-pesawat tempur koalisi.

Sumber keamanan Yaman menegaskan kepada Kantor berita Associated Press bahwa pihaknya membenarkan adanya serangan udara dan seorang pejabat senior pemerintah mengaku ada "kesalahan".

Laporan awal mengatakan sedikitnya 40 orang tewas dalam insiden itu, dan banyak di antara mereka adalah kaum perempuan dan anak-anak.

Sejumlah laporan menyebutkan tuan rumah yang merayakan pesta pernikahan itu adalah anggota kelompok pemberontak Houthi.

Pasukan koalisi membantah

Tetapi koalisi yang dipimpin Arab Saudi membantah pihaknya bertanggungjawab atas serangan tersebut.

Seorang juru bicara koalisi mengatakan: "Tidak pernah ada operasi udara oleh koalisi selama tiga hari ini di wilayah itu..."

PBB mengutuk insiden ini sebagai "tindakan abai terhadap keselamatan warga sipil" oleh para pihak yang terlibat konflik di Yaman.

Sekjen PBB, Ban Ki-moon menekankan bahwa penyelesaian konflik dengan pendekatan militer hanya akan membawa penderitaan dan kehancuran bagi siapapun.

Setidaknya 5,000 orang, termasuk 2,355 warga sipil, terbunuh selama serangan udara dan pertempuran darat sejak 26 Maret lalu, ketika kelompok pemberontak Houti mengambil alih kekuasaan dan memaksa Presiden Yaman -yang didukung dunia internasional- meninggalkan negara itu.

Pekan lalu, Presiden Yaman Abdrabbuh Mansour Hadi telah kembali ke Aden, kota pelabuhan di wilayah selatan negara itu.

Di Aden, dia membentuk pemerintahan sementara, serta bekerja sama dengan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi untuk menekan kelompok pemberontak Houti yang menguasai Sanaa dan beberapa wilayah di selatan negara itu.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Mintarsih Ungkap Hak di Balik 'Penggorengan Saham' Sorotan Menkeu Purbaya

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2