Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus BLBU
Korupsi Pengadaan Benih, Penyidik Periksa Mantan GM PT SHS
Wednesday 29 May 2013 09:31:50
 

Kapuspenkum Kejagung, Setia Untung Arimuladi.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali memanggil tersangka dengan insial Ir K, MM yang merupakan mantan Direktur Pemasaran PT Sang Hyang Seri (PT SHS), dan saksi Syaiful Bahri SPn, MMA, mantan General Manager PT SHS pada kantor regional IV Medan dan kantor regional I Sukamandi.

"Keduanya hadir memenuhi panggilan penyidik, pada pukul sembilan WIB. Mereka diperiksa terkait mekanisme pengadaan dan penjualan benih bersubsidi, berikut pola dan administrasi pelaporan kegiatan ke PT SHS," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum), Kejagung, Setia Untung Arimuladi, kepada Wartawan di Jakarta, Selasa (28/5).

Sebelumnya pada perkembangan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan benih oleh PT SHS Persero ini, Senin kemarin (27/5), penyidik Kejagung juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 2 orang saksi, yaitu Nirwana Junyus, S.Sos mantan kepala biro SPI PT SHS dan Ir Abu Saniasa, mantan General Manager PT SHS pada kantor regional IV Sidrap.

Adapun telah umum diketahui, korupsi pengadaan benih yang diperuntukkan bagi para petani di Indonesia ini, diduga kuat merugikan negara sebesar Rp 55 miliar rupiah. Dan dari keterangan Kapuspenkum Kejagung, Setia Untung Arimuladi, bahwa kasus yang melibatkan para oknum pejabat di Kementerian Pertanian ini, kejaksaan telah memanggil lebih dari seratus orang saksi, mengingat PT SHS ini adalah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki banyak kantor regional di beberapa daerah Indonesia.(bhc/mdb)



 
   Berita Terkait > Kasus BLBU
 
  Perkembangan Kasus BLBU Rp 209 Milyar yang di Garap Kejaksaan
  Tim Penyidik Kejagung Periksa 4 Saksi Kasus Proyek BLBU 209 Milyar
  Negara Rugi Rp112 Miliar, Untung: Pelimpahan Sudah Dilakukan Hari Ini
  3 Orang Pengawas Tanaman Diperiksa Penyidik Kejagung
  Kasus BLBU, Dirjen Kementan Kembali Dipanggil Penyidik Kejagung
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2