JAKARTA, Berita HUKUM - Kasus Bank Bukopin masih diproses Kejaksaan Agung (Kejagung), dan oleh Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Andhi Nirwanto mengungkapkan kepada Wartawan, sejauh ini kasus dugaan korupsi pengucuran kredit pengadaan drying center (alat pengering gabah) di Bank Bukopin yang diduga merugikan negara mencapai Rp 76 miliar masih sementara disempurnakan.
Kasus tersebut telah ditangani sejak tahun 2008. "Penyidikan sedang disempurnakan nanti setelah sempurna kita evaluasi apakah sudah layak ke persidangan apa belum. Kalau sudah layak kita limpahkan ke persidangan," kata Andhi, di Kejagung, Senin (27/5).
Seperti diketahui sebelumnya, dalam penyelidikan, jaksa penyelidik menduga fasilitas kredit tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya, seperti pada pengadaan spesifikasi merek dan jenis mesin, dan meningkatkan kasus tersebut ke penyidikan pada 2008.
Menurut Andhi, sejauh ini pihaknya masih menyesuaikan fakta-fakta adanya kerugian negara dari pengadaan drying center sebab BPK dan BPKP menolak melakukan audit dengan dalih kepemilikan saham pemerintah di Bank Bukopin dibawah 50%. Padahal, terdapat yurisprudensi dimana perkara PT Elnusa dapat dibuktikan di pengadilan meskipun saham pemerintah dibawah 50%.
Pihaknya yakin ada tindak pidana dalam pengucuran kredit Bank Bukopin, Andhi tidak memberi penegasan. "Pokoknya penyidikan ini dalam rangka penyempurnaan. Supaya nanti ketika itu kita sidangkan, jaksa dapat membuktikan itu. Nanti setelah sempurna proses penyidikannya (tindak pidana)," katanya.
Dalam kasus ini Kejagung telah menetapkan 11 tersangka. 10 tersangka dari unsur Bukopin yakni, Harry Harmono, Zulfikar Kesuma Prakasa, Elly Woeryandani, Bukopin Suherli, Linson Harlianto, Eddy Cahyono, Dhani Tresno, Aris Wahyudi, Anto Kusmin dan Sulistiyohadi. Sementara satu tersangka lainnya dari unsur swasta yakni, kuasa Direktur PT Agung Pratama Lestari (PT APL) Gunawan NG.
Kasus ini bermula ketika Direksi PT Bank Bukopin memberikan fasilitas kredit kepada PT APL untuk pembangunan drying center pada 2004 yang dikucurkan dalam tiga tahap. Pembangunan drying center dilakukan pada Bulog Drive Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan, sebanyak 45 unit.(bhc/mdb) |