Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Yunani
Krisis Keuangan, Warga Yunani Gelar Aksi 'Mendukung' Pemerintah
Wednesday 01 Jul 2015 00:14:45
 

Pengunjuk rasa mengaku akan mengatakan 'tidak' dalam referendum tentang paket bantuan keuangan.(Foto: twitter)
 
ATHENA, Berita HUKUM - Ribuan pengunjuk rasa propemerintah menggelar aksi di luar gedung parlemen Yunani di ibukota Athena. Mereka mengatakan akan memutuskan untuk memilih 'tidak' dalam referendum tentang kesepakatan paket bantuan keuangan yang akan digelar pada Minggu 5 Juli.

Sementara itu Perdana Menteri, Alexis Tsipras, dalam pidatonya di TV selama sekitar satu jam, menanggapi kritik atas cara pemerintah dalam menangani krisis.

Dia juga mengatakan tidak yakin para kreditur ingin mengeluarkan Yunani dari persatuan pengguna mata uang euro karena dampaknya akan terlalu besar.

Adapun unjuk rasa yang mendukung paket bantuan internasional rencananya akan berlangsung pada Selasa 30 Juni.
Para warga Yunani antri panjang di anjungan tunai mandiri, ATM, dengan tiap orang hanya diizinkan mengambil 60 euro atau sekitar Rp900.000 setiap hari. Namun beberapa ATM dilaporkan sudah tidak memiliki cadangan uang tunai lagi.
Bank-bank di seluruh Yunani dan pasar modal juga sudah ditutup.

Dalam perkembangan lain, para pemimpin Uni Eropa memperingatkan pemerintah Yunani yang dianggap menempatkan masa depan Eropa dalam risiko.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan pintu untuk perundingan tetap terbuka setelah referendum sekalipun, selama pemerintah Athena bersedia untuk berkompromi.

Sedangkan Perdana Menteri Irlandia, Enda Kenny, berpendapat para pemimpin Yunani mengajukan tuntutan yang 'tidak beralasan' kepada Uni Eropa.

Sebelumnya Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker, yang menuduh Athena berkhianat.

Laporan-laporan dari Yunani menyebutkan pemerintah tidak berencana untuk membayar utang kepada Dana Moneter Internasional, IMF, yang jatuh tempo Selasa 30 Juni.

Krisis ekonomi Yunani dan belum tercapainya kesepakatan untuk paket bantuan keuangan membuat pasar saham Eropa anjlok Senin (29/6).

Sementara, Para pemimpin negara-negara anggota Uni Eropa memperingatkan warga Yunani bahwa negara mereka harus keluar dari zona mata uang euro jika mereka memilih menolak proposal kreditur dalam referendum pada Minggu (05/07) mendatang.

Peringatan itu muncul dari berbagai figur seperti Wakil Kanselir Jerman, Sigmar Gabriel. Menurutnya, referendum nanti ialah ‘ya atau tidak untuk eurozone’.

Perdana Menteri Italia Matteo Renzi mengatakan pilihan bagi warga Yunani ialah apakah mereka ingin tetap memakai euro atau kembali menggunakan drachma.

Adapun Presiden Prancis Francois Hollande menyebutkan bahwa kini “pertaruhannya ialah apakah rakyat Yunani ingin bertahan dalam eurozone”.

Referendum Minggu (5/7) nanti sejatinya memberi pilihan kepada rakyat Yunani untuk menyetujui atau menolak proposal Komisi Eropa, Bank Sentral Eropa, dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Proposal itu semula diajukan ke Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras untuk mengucurkan dana talangan sebesar 7,2 miliar euro atau setara dengan Rp108 triliun. Dana itu krusial bagi Yunani mengingat pada Selasa (30/06) Yunani harus membayar utang kepada IMF sebesar 1,6 miliar euro atau setara dengan Rp22 triliun.

Namun, Tsipras menolak proposal pengucuran dana talangan karena menilai pihak kreditor memberikan persyaratan yang terlalu ketat. Pada Jumat (26/6) lalu, Tsipras pun mencetuskan referendum.

Dia mendesak rakyat Yunani memilih ‘tidak’ agar pemerintah memiliki posisi tawar yang kuat untuk memulai negosiasi dengan pihak kreditur. Menurutnya, pemerintah punya mandat untuk berada di dalam kerangka kerja Eropa, namun disertai dengan keadilan.

Tsipras berjanji akan mundur jika rakyat Yunani memilih ‘Ya’.

“Jika rakyat Yunani ingin lanjut dengan langkah pengetatan sampai tiada batas, kita tidak akan bisa mengangkat kepala...Kami akan menghormati keputusan itu, tapi bukan kami yang akan menjalankannya,” kata Tsipras.

Kembali ke sistem barter

Mandeknya negosiasi antara pemerintah Yunani dan pihak kreditur berdampak besar terhadap perekonomian Yunani.
Bank-bank di seluruh Yunani dan pasar modal sudah ditutup, apalagi setelah badan pemeringkat Fitch menurunkan rating empat bank nasional Yunani, yakni National Bank of Greece, Piraeus Bank, Eurobank Ergasias dan Alpha Bank.

Hal ini mendorong warga Yunani untuk menarik uang dari bank. Mereka antre panjang di anjungan tunai mandiri, dengan tiap orang hanya diizinkan mengambil 60 euro atau sekitar Rp900.000 setiap hari. Namun beberapa ATM dilaporkan sudah tidak memiliki cadangan uang tunai lagi.

Warga Athena, Ilia Iatrou, mengaku situasi di negaranya sudah luar biasa buruk.

“Ibu mertua saya mengantre selama sejam ke mesin penarik uang, namun dia hanya bisa menarik jumlah kecil. Kami tidak punya banyak uang lagi. Para tetangga dan saya kini kembali ke sistem barter,” ujar Iatrou.

Oleh karenanya, Iatrou bertekad untuk menentang Uni Eropa.

“Uni Eropa tidak mampu membiarkan kami gagal. Untuk itu, kami harus terus mengatakan tidak dan mereka akan memberikan kami kesepakatan yang lebih baik.”

Perdana Menteri Italia Matteo Renzi mengatakan pilihan bagi warga Yunani ialah apakah mereka ingin tetap memakai euro atau kembali menggunakan drachma. PM Yunani Alexis Tsipras menolak proposal pengucuran dana talangan yang disertai dengan persyaratan ketat. Penutupan bank-bank dan pasar modal mendorong warga Yunani untuk menarik uang dari bank.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk

Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

 

ads2

  Berita Terkini
 
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk

Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2