Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Kuwait
Kuwait Bubarkan Parlemen dan Kabinet Mengundurkan Diri
2016-10-18 06:24:48
 

Pembubaran parlemen dinilai 'mengejutkan' karena biasanya mendukung pemerintah.(Foto: Istimewa)
 
KUWAIT, Berita HUKUM - Kabinet pemerintah Kuwait sudah mengundurkan diri sementara parlemen dibubarkan sehingga memicu pemilihan umum dini.
Langkah tersebut ditempuh setelah terjadi perdebatan antara parlemen dan pemerintah menyangkut kenaikan harga minyak di negara yang kaya minyak tersebut.

Namun dekrit yang dikeluarkan Emir Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah, untuk membubarkan parlemen, Minggu (16/10), tidak menyinggung perdebatan tersebut.

"Demi pembangunan kawasan yang sulit dan kebutuhan dalam menghadapi bahaya dari tantangan keamanan, menjadi perlu untuk kembali ke rakyat," seperti tertulis dalam dekrit.

Dekrit pembuaran parlemen yang dikeluarkan Emir Kuwait tidak menyinggung perdebatan soal kenaikan harga minyak.

Parlemen Kuwait sudah mengajukan tiga permohonan kepada pemerintah untuk mempertanyakan kenaikan harga minyak yang ditetapkan pemerintah dan menduga telah terjadi pelanggaran administratif maupun keuangan.

Langkah 'mengejutkan'

Stasiun TV pemerintah menyebutkan 'kurangnya kerja sama' dalam perdebatan antara pemerintah dan parlemen tersebut.

Dekrit pembubaran parlemen dikeluarkan setelah pemerintah menggelar rapat darurat hari Minggu dan belum ditetapkan tanggal untuk pemilihan umum.

Bagaimanapun berdasarkan konstitusi, pemilihan umum dini harus dilaksanakan dalam waktu dua bulan sejak parlemen dibubarkan.

Pembubaran parlemen dilihat sebagai langkah yang 'mengejutkan' karena parlemen Kuwait biasanya mendukung kebijakan pemerintah.

Perekonomian Kuwait -yang mengandalkan minyak sebagai sumber pendatapan utama- menghadapi masalah karena turunnya harga minyak dunia.

Tapi munculnya kelompok Negara Islam dan penurunan harga minyak dunia telah menyebabkan keprihatinan di anggota OPEC besar ini.

Awak tahun ini, Kementerian Keuangan Kuwait memperkirakan akan mencatat rekor defisit anggaran terbesar dalam tahun ini, sekitar US$38 miliar, atau naik hampir 50% dari tahun sebelumnya.

Kuwait telah menghadapi ancaman serangan militan sejak munculnya kelompok Negara Islam. Sebuah Negara-mengklaim bom bunuh diri Islam pada tahun 2015 menargetkan sebuah masjid Syiah di Kuwait City menewaskan 27 orang dan melukai puluhan lainnya. Pada 8 Oktober, seorang warga Mesir mengendarai truk sampah sarat dengan bahan peledak dan lantas menabrak sebuah truk yang membawa lima tentara AS di Kuwait, yang melukai hanya dirinya dalam serangan itu.

Laporan berita Kuwait sebelumnya berspekulasi tentang kasus pemerintah berfokus sepenuhnya pada isu-isu ekonomi. Harga minyak telah dibagi dua dari ketinggian lebih dari $ 100 per barel pada musim panas 2014. Harga bensin subsidi Pemerintah telah dibesarkan dan manfaat lainnya telah dipotong, menyebabkan tumbuhnya perbedaan pendapat.(BBC/news18/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2