ACEH, Berita HUKUM - Lembaga Acheh Future mendesak Presiden Republik Indonesia SBY untuk mengkaji ulang terhadap Agenda Pelantikan Wali Nanggroe di Aceh.
Hal tersebut di sampaikan ketuanya Razali Yusuf pada awak media ini, terkait kecaman dan pro-kontra terhadap pelantikan Wali Nanggroe Malek Mahmud, yang akan terganggu perdamain di Aceh, apa lagi yang menolak hal tersebut dari kalangan sendiri (mantan Kombatan GAM/TNA).
"Razali menambahkan, bukan hanya dari mantan kombatan yang menolaknya, begitu juga dengan Organisasi - organisasi Masyarakat (Ormas) yang ada di Aceh, kalau Hal tersebut diduga dipaksakan, maka akan terjadi pertumpahan darah lagi Aceh," ujarnya.
Sudah cukup 30 tahun Rakyat Aceh menderita akibat konflik, dan korban akibat konflik yang berkepanjangan, yang belum semua dapat diselesaikan, jangan menciptakan konflik baru, "kami dari Lembaga Acheh Future mendesak Presiden Republik Indonesia SBY untuk mengkaji ulang terdahap Agenda Pelantikan Wali Nanggroe di Aceh," tegas Razali Yusuf.
Wali Nanggroe untuk pemersatukan Rakyat Aceh, dan apakah Bangsa Aceh sudah bersatu ?, Menurut hemat kami bangsa Aceh saat ini, telah di kotak-kotakan, maka sebelumnya kami berharap mempelajari dulu apa dampaknya bila di lantik sekarang, juga sebaliknya, bila tetap dilantik sesuai dengan apa yang sudah direncanakan," ujar Razali Yusu lagi dengan nada bertanya.(bhc/kar)
|