Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
LAPAN
LAPAN: Hasil Awal Operasi Satelite LAPAN-A2/ORARI
Friday 27 Nov 2015 15:37:09
 

Tampak suasanan acara Talkshow, dengan narasumber Thomas Djamaluddin sebagai Kepala LAPAN, Kusno Dwijulianto, Dirgantara perwakilan dari Orari, serta didampingi oleh presenter.(Foto: BH/mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyelenggarakan talkshow bertemakan 'Hasil awal Operasi Satelite LAPAN-A2/ORARI’ yang digelar di kantor pusat LAPAN, balai pertemuan Dirgantara LAPAN, jalan Pemuda Persil nomor 1 Rawamangun, Jakarta Timur, Jakarta, pada Senin (23/11) lalu.

LAPAN menyelenggarakan talkshow guna mengulas kemajuan dan hasil pengujian operasi Satelite LAPAN-A2/LAPAN ORARI diorbitkan semenjak 28 September 2015. Satelite LAPAN-02/ORARI yang hampir dua (2) bulan sudah mengorbit dan berfungsi dengan baik yang diluncurkan semenjak 28 September 2015 yang lalu dari Shriharikota, India.

Adapun dalam talkshow turut hadir, narasumber yang menyampaikan di hadapan awak media yaitu Thomas Djamaluddin kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Kusno Dwijulianto, Dirgantara perwakilan dari Orari, serta didampingi oleh presenter.

"Satelit-A2 / Orari merupakan satelite mikro pertama yang dibuat di Indonesia. Diluncurkan ke dekat khatulistiwa 'near equatorial' dari satelite peluncuran roket milik ISRO di Shriharikota, India," kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin.

"Peluncuran sukses dan selama 1,5 jam sejak diluncurkan satelite memasuki fase pengujian, LEOP/IOT (Launch and Early Orbit Phase /In Orbit Test)," ujar Kepala LAPAN.

Perlu diketahui, masa LEOP/IOT adalah masa dimana merupakan masa kritis dalam hidup satelite karena pada periode tersebut, satelite rentan mengalami kegagalan akibat tidak mampu menahan beban selama peluncuran.

Namun, Hasil Observasi LAPAN-A2 menunjukan semua komponennya berjalan dan berfungsi dengan baik. Satelite mampu menerima dan memproses perintah dari bumi, sistem radio dan komputer datelite berfungsi dengan baik. Indikator kesehatan satelite juga menunjukan bahwa, baterai dan panel surya berfungsi dengan baik.

Selanjutnya, satelite memasuki tahap perawatan agar semua fungsi terkendali dan satelite bekerja dengan baik. LAPAN A-2 memiliki tiga (3) misi menurut kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin saat menyampaikan. "Yaitu untuk komunikasi amatir, pemantauan kapal laut, dan pengamatan bumi," urainya.

"Dalam menjalankan misi pengamatan bumi. Pengaturan fokus masing-masing kamera telah dilakukan agar kamera dapat menghasilkan foto dengan ketajaman dan kualitas yang baik, 'high risk, high tech, high cost'.," jelasnya lagi.

"Semua berfungsi dengan baik, Hal-hal yang terperinci dengan LAPAN A2. Satelite lapan Orari melintasi Indonesia 14 hingga 15 kali perhari," paparnya.

Misi komunikasi (system pelaporan posisi automatic) telah berhasil pada minggu pertama LEOP, pihak radio amatir dari Indonesia (ORARI), Malaysia, dan Australia menyatakan telah menerima serta mengirim pesan via LAPAN-A2. Dengan keberhasilan tersebut satelitepun mendapat panggilan resmi sebagai satelite komunikasi amatir OSCAR-86 atau AMSAT Indonesia.

Misi pemantauan kapal (kamera pencitra dan audio) juga berjalan dengan baik, dalam kisaran waktu 24 jam LAPAN mampu mengumpulkan 2,4 juta pesan dari kapal laut. Nantinya LAPAN akan berkolaburasi dengan otoritas maritim Indonesia agar data tersebut dapat dimanfaatkan.

Selain itu, dalam menjalankan misi pengamatan bumi saat ini pengaturan fokus masing-masing kamera telah dilakukan, tujuannya agar kamera dapat menghasilkan foto dengan ketajaman dan kualitas yang baik.

"Perlunya satelite dalam angka waktu 2 hingga 15 tahun untuk satelite komunikasi. Sedangkan dalam jangka waktu 2 hingga 5 tahun untuk satelite mikro. Jadi, nantinya kita tidak bergantung dengan satelite asing nantinya. Tekhnologi satelite yang sudah mendarahdaging di dunia modern sudah tentu harus kita pelajari," tutupnya.(bh/mnd)



 
   Berita Terkait > LAPAN
 
  LAPAN: Hasil Awal Operasi Satelite LAPAN-A2/ORARI
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2