Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
ISIS
LP Nusakambangan Dinilai Berpotensi menjadi Pintu Masuknya Ideologi ISIS ke Indonesia
Wednesday 25 Mar 2015 02:16:02
 

Sidney Jones merupakan seorang pakar dan peneliti terorisme di Asia Tenggara.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Pakar terorisme dari Internasional Crisis Group Sidney Jones mengatakan propaganda ideologi Negara Islam Irak dan Suriah masih berpotensi masuk ke Indonesia melalui narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pulau Nusakambangan.

“Oleh karena itu Pemerintah Indonesia perlu memperketat lagi pengawasan terhadap narapidana di penjara Nusakambangan,” kata Sidney Jones, saat mengunjungi Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa (24/3).

Jones mengatakan masuknya ideologi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) disalurkan melalui propaganda berbahasa Inggris dan Arab yang disebarkan kelompok itu. Propaganda itu selanjutnya diterjemahkan oleh narapidana yang ada di Nusakambangan untuk selanjutnya disebarkan. “Semua propaganda itu diterjemahkan oleh orang yang sekarang ditahan di Nusakambangan,” kata Jones, tanpa menyebut nama narapidana itu.

Meski saat ini narapidana itu telah dipisahkan secara khusus dari narapidana lain, ia menilai, masih memiliki kemungkinan tetap mampu mengakses informasi yang berkaitan dengan ISIS. “Memang sudah dipisahkan tapi kemungkinan tetap bisa mengakses melalui HP (telepon genggam) atau dari informasi yang didownload melalui situs tertentu,” kata dia.

Dengan demikian, menurut Jones, pemerintah perlu memastikan tertutupnya berbagai celah masuknya segala informasi dari gerakan ekstrem tersebut.

Menurut dia, upaya itu juga perlu didukung dengan menggencarkan pemberantasan korupsi di lingkungan Lapas, karena dengan korupsi berbagai kemungkinan masuknya data ke Lapas Nusakambangan dapat terjadi. “Saya pikir alat terbaik untuk memberantas ideologi radikal adalah dengan memberantas korupsi,” kata Jones.(rls/bh/yun)



 
   Berita Terkait > ISIS
 
  Munarman Ditangkap Densus 88 Polri terkait Baiat ISIS
  Operasi Penyerbuan Pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi 'pada Malam Berbahaya' Sekitar 2 Jam
  ISIS Dinyatakan Kalah Setelah Pasukan Koalisi Rebut Pertahanan Terakhir
  Ketua DPR Minta Aparat Keamanan Indonesia Respons Terukur Ancaman ISIS
  'Serangan Senjata Kimia Pertama' dalam Pertempuran Lawan ISIS di Mosul
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2