AKARTA, Berita HUKUM - Lembaga Survei Nasional (LSN) menyampaikan bahwa publik menilai kinerja pemerintahan SBY cenderung stagnant (mandeg), atau hanya jalan di tempat. Selama periode lima tahun kedua pemerintahan SBY tidak ada perubahan signifikan yang dirasakan masyarakat.
"Dalam berbagai bidang, rapor pemerintah mendapatkan nilai merah. Sebab itu, meskipun menghadapi pemilu 2014, presiden dan para menteri diminta fokus mengurus negara dan tugas-tugas pemerintahan, tidak mengutamakan agenda politik partainya masing-masing," papar Direktur Eksekutif LSN, Umar S. Bakry, kepada Wartawan, Minggu (2/6) di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta.
Salah satu kesimpulan dari hasil survei terbaru LSN yang dilaksanakan tanggal 1 sampai dengan 10 Mei 2013 di 33 provinsi di seluruh Indonesia. Populasi dari survei LSN adalah seluruh penduduk Indonesia yang telah berusia 17 tahun ke atas, atau belum berusia 17 tahun tapi sudah menikah.
Menurut Umar, jumlah sampel sebanyak 1230 responden yang diperoleh melalui teknik pencuplikan secara rambang berjenjang (multistage random sampling). Simpangan kesalahan (margin of error) sebesar 2,8% dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence 95%.
Selain itu pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan responden, dengan berpedoman quesioner. Survei ini dilengkapi dengan riset kualitatif melalui wawancara mendalam (depth-interview) dan analisis media.(bhc/mdb) |