GUATEMALA CITY (BeritaHUKUM.com) – Hakim pengadilan Guatemala, Kamis (26/1) waktu setempat menyatakan bahwa mantan pemimpin militer Efrain Rios Montt (85) bertanggung jawab atas praktik genosida, saat dia berkuasa pada 1982-1983. Hal ini didsarkan bukti-bukti kuat yang diajukan jaksa penuntut umum.
Hakim Patricia Flores mengatakan, Rios Montt harus menjawab tuduhan memimpin penghancuran sebuah desa suku Maya, saat Guatemala dilanda perang saudara. Hakim juga memerintahkan, agar Rios Montt ditahan untuk mempermudah proses pengadilan.
Rios Montt yang dikenal dengan kampanye bumi hangus, saat menghadapi pemberontakan komunis. Kini, dia harus bertanggung jawab atas tudingan rezimnya atas kematian puluhan ribu orang. Namun, Rios Montt menolak memberi jawaban terkait tuduhan melakukan genosida itu.
Melalui kuasa hukum sang jenderal, Gonzalo Rodriguez Galvez meyakini bahwa kliennya tidak bertanggung jawab atas kejahatan yang dituduhkan itu. Pengacara beralasan, Rios Montt tidak pernah terlibat langsung di medan perang saat itu.
Namun, jaksa Manuel Vasquez menunjukkan berbagai dokumen, video dan pernyataan yang menunjukkan bahwa Rios Montt merencanakan dan mengawasi operasi militer melawan penduduk asli di Ixil de Quiche.
Vasquez juga menuding Rios Montt berada di belakang 100 kasus pembantaian yang menewaskan 1.771 orang dan mengakibatkan 29.000 orang kehilangan tempat tinggal. "Kami memiliki bukti yang cukup untuk menjatuhkan dakwaan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan," kata Vasquez kepada AP.
Bahkan, dokumen militer menunjukkan bahwa pasukan yang melakukan pembantaian pekerja di bawah rantai komando yang sangat jelas dan melapor langsung ke komandan tertinggi. Fakta ini, membuat Jenderal Rios Montt bertanggung jawab, meski saat peristiwa terjadi dia tidak berada di lapangan.
Sementara itu, para aktivis HAM dan keluarga korban perang saudara Guatemala yang terjadi selama 36 tahun berkumpul di halaman pengadilan sambil membawa spanduk bertuliskan "Tak ada ampun".
Aktivis dan keluarga korban menyambut baik jalannya persidangan ini. Mereka mengatakan keyakinan mereka terdorong dengan hukuman yang dijatuhkan Agustus lalu terhadap empat prajurit yang melakukan pembantaian di desa Dos Eres pada 1982.
Keempat orang itu adalah empat mantan militer pertama yang diajukan ke pengadilan terkait kejahatan HAM. Mereka dihukum penjara masing-masing 30 tahun, karena membunuh 201 orang.
Sedangkan komisi kebenaran Guatemala memperkirakan sedikitnya 200.000 orang tewas dalam perang saudara Guatemala selama 36 tahun yang berakhir 1996 lalu. Pada masa 17 bulan kekuasaan Jenderal Rios Montt, diyakini sebagai masa terburuk dan paling brutal dalam sejarah Guatemala.(bbc/sya)
|