JAKARTA, Berita HUKUM - Merasa laporannya tidak dipedulikan, Rachmawati Soekarnoputri meminta agar seluruh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibubarkan. Hal itu disampaikan adik ketua umum PDI Perjuangan, Megawati saat jumpa pers dikediaman Rachmawati Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
“Ini sudah masuk ranah politis. Laporan saya soal dugaan korupsi Jokowi kok tidak dipedulikan. Saya minta semua pemimpin di KPK agar diganti,” seru Rachmawati, Rabu (15/10).
Front Pelopor Perjuangan yang dipimpinnya dan Progres 98 soal dugaan kepemilikan rekening di luar negeri oleh Jokowi belum ditindaklanjuti KPK, tuding Rachmawati.
Menurut Rachma, merunut akan ucapan Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja yang mengatakan Jokowi tak punya rekening di luar negeri sudah termasuk hal yang dipolitisir.
“Dia, Pandu Praja kok bicara begitu. Harusnya laporan yang masuk itu setelahnya dipelajari dong. Itu kan sebuah klaim verbal tanpa disertai pembuktian dan penyelidikan," sebut Rachmawati pada sejumlah awak media.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja memastikan bahwa Jokowi tidak memiliki rekening di luar negeri. Setelah dilakukan penelusuran oleh KPK tak ditemukan rekening bank di luar negeri dengan nama Jokowi.
“Tidak ada itu rekening diluar negeri atas nama Jokowi. Kami sudah menyelidikinya dan tidak ditemukan bukti,” tandas Adnan Pandu, usai meluncurkan bus anti korupsi di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/10).(bhc/mnd/mat)
|