Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Burma
Lebih 20 Ribu Orang Kehilangan Tempat Tinggal di Rakhine
Sunday 28 Oct 2012 21:47:06
 

Muslim Rohingya yang terlantar akibat bentrokan berkumpul di Thechaung kamp dekat Sittwe. PBB mengatakan telah mulai mendistribusikan makanan darurat dan perlengkapan perlindungan bagi pengungsi.(Foto: AP)
 
BURMA, Berita HUKUM - Pemerintah Birma mengatakan lebih dari 22.000 orang yang kebanyakan warga Muslim Rohingya kehilangan tempat tinggal akibat kekerasan yang terjadi di negara bagian Rakhine.

Pejabat PBB yang juga memantau kondisi di Rakhine mengatakan banyak dari mereka yang kehilangan tempat tinggal terpaksa berteduh di tenda sementara yang kumuh atau dalam kapal nelayan di sejumlah pulau sekitar kawasan terjadinya kekerasan dan di kawasan perbukitan setempat.

Dia mengatakan warga yang kehilangan tempat tinggal tersebut sangat membutuhkan bantuan.

Akibat pertikaian di Rakhine, sekitar 4.600 rumah hangus terbakar.

Sebelumnya pemerintah Birma mengatakan lebih dari 80 orang tewas dan hampir seluruh wilayah kampung di Rakhine hancur akibat pertikaian etnik Rakhine yang beragama Budha dan etnik Rohingya yang beragama Islam.

Akibat konflik yang terjadi sejak bulan Juni lalu total ada 100 ribu orang yang kehilangan tempat tinggal mereka.

Konflik yang terjadi diantara kedua kelompok etnis ini telah berlangsung sejak lama. Etnik Rakhine yang beragama Budha merupakan kelompok mayoritas di kawasan itu, sementara etnik Rohingya merupakan kelompok minoritas beragama Islam yang dicap tak memiliki kewarganegaraan.

Situasi serius
Pemerintah Birma sejak jauh hari telah menyatakan bahwa etnis Rohingya merupakan imigran ilegal dan dimusuhi secara luas oleh masyarakat di sana.

Kepala Badan Kemanusiaan PBB di Birma, Ashok Nigam mengatakan pemerintah Birma mengatakan ada 22.587 orang yang kehilangan tempat tinggal namun dia mengatakan jumlahnya bisa jauh lebih besar.

"Situasinya sangat serius ddan kami sedang bekerja sama dengan pemerintah untuk memberikan bantuan kepada warga yang ada di sana," kata Ashok Nigam.

Sebelunmnya seorang wartawan lokal yang mengunjungi lokasi konflik mengatakan pada BBC siaran Birma bahwa lokasi ini dibakar habis, beberapa bangunan tinggal berwujud puing hangus.

Di satu distrik di mana sebelumnya diduga dihuni lebih dari 3.000 orang, yang tersisa tinggal tiang-tiang gosong bekas rumah dan arang dari pokok pohon.

Menurut pemerintah jumlah korban jiwa akibat kekerasan terakhir ini mencapai 82 orang, 129 lainnya luka-luka, dan hampir 3.000 rumah hangus tanpa sisa.

Serangan ini merupakan aksi kekerasan pertama yang pecah sejak Juni lalu dinyatakan status darurat di Rakhine.(bbc/bhc/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2