Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Aceh
Lembaga Banser Rakyat (BRA) Ajak Perangi Mafia Politik Aceh
Thursday 21 Nov 2013 13:43:56
 

Logo Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Banser Rakyat Aceh (BRA..(Foto: Ist)
 
ACEH, Berita HUKUM - Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Banser Rakyat Aceh (BRA), Efendi Alias Coboy, memperingatkan Pemerintahan Aceh dibawah pimpinan Dr. Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf (Zikir), untuk menghilangkan ke Zaliman di Bumi Serambi Mekkah.

Banser Rakyat Aceh sebuah Lembaga milik mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), saat ini memiliki cabang di 17 kabupaten/kota di Aceh. Dalam waktu dekat ini akan menggelar aksi penolakan terhadap Malek Mahmud sebagai Wali Naggroe (WN) Aceh, dan kami juga sudah muak dengan kepemimpinan pemerintah Zikir, yang hanya sibuk memikirkan Malek Mahmud sebagai Wali Nangroe, dan Bulan Bintang sebagai Bendera provinsi. Padahal itu semua tidak prorakyat, yang akan menimbulkan konflik baru di Aceh.

Hal tersebut di sampaikan Cowboy melaui siaran persnya yang di terima awak media ini, Kamis (21/11), "Untuk menghilangkan kezaliman di Aceh kami dari Banser Rakyat Aceh (BRA), pada (28/11) akan turun ke jalan untuk melakukan aksi penolakan terhadap Malek Mahmud, dan bendera Bulan Bintang, sebagai bendera provinsi Aceh, serta menuntut janji mereka (Pemerintah Aceh-Red) pada masyarakat Aceh, pada saat melakukan kompanye pilkada Aceh beberapa waktu lalu".

Atas nama rakyat, demi rakyat, kami mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), yang Dulu Ikut berjuang memanggul senjata demi kemakruran rakyat Aceh, "akan bergabung bersama elemen Masyarakat dan Lembaga lainnya pada tanggal (28/11) mendatang, untuk menyelamatkan Aceh, khususnya aspek ekonomi, rakyat semakin hancur dan menderita, dari tangan tangan kelompok mafia Politik Aceh, dalam berbagai aspek kehidupan, saat ini yang damai hanya kelompok Zikir (Malek Mahmud –cs), sedangkan yang lain sengsara,” ujar Cowboy.

"Setelah 8 Tahun lebih, perdamaian RI degan GAM, namun perdamaian tersebut belum di rasakan masyarakat Aceh, yang damai hanya kelompok Malek Mahmud sedangkan yang lain sengsara, perluh kita ketahui bahwa Aceh ini, bukan milik kelompok Malek Mahmud -cs, Aceh ini milik kita semua, Puluhan tahun Aceh di landa konflik, yang menyisakan anak yatim dan janda, serta hancur semua sektor kehidupan rakyat, yang ambil keuntungan dari perang (komflik) tersebut hanya Malek Mahmud,” ujarnya lagi.

"Setelah Aceh di pimpin pemerintahan Zikir, semua sektor hancur berantakan, maka kami atas nama mantan kombatan GAM, yang bernaung di Lembaga Banser Rakyat Aceh (BRA), menyatakan rakyat Aceh hari ini membutuhkan pemimpin sejati yang bisa mengayomi masyarakat susah, dengan
program programnya yang pro rakyat. Sebagaimana kita ketahui masyarakat korban
konflik Aceh, antara GAM dan RI para korban konflik banyak yang belum mendapatkan perhatian dari pemerintah, bahkan keadaan ini dinikmati oleh kelompok kelompok tertentu saja".

“Jika pemerintah Zikir tidak mampu menjadi pemimpin sejati dan tidak sanggup melayani masyarakat dengan baik, lebih baik “mundur” saja, karena jabatan itu adalah amanah bukan sebagai memperkaya diri, keluarga dan kelompok Malek Mahmud-cs".

Koboy juga mengajak rakyat aceh untuk mendukung dan mengikuti Revolusi, yang di gerakkan pada, Kamis (28/11) mendatang. "Dan Kami juga menghimbau, kepada masyarakat Aceh untuk turun ke jalan bersama sama, mari kita tunjukan bahwa Aceh masih milik Rakyat, bukan milik Malek Mahmud -Cs dan kawan kawannya,” pungkas Cowboy.(bhc/kar)



 
   Berita Terkait > Aceh
 
  Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
  Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
  Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
  Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
  Wabup Aceh Utara Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilih
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2