JAKARTA, Berita HUKUM - Politisi senior Lily Wahid bersama Exponen Muda Lintas Iman (EMLI) mendaulat Dr. Adhyaksa Dault, SH, MSI untuk diusung menjadi calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta periode tahun 2017 - 2022 yang dilangsungkan di Tartine cafe, FX Jl. Jenderal Sudirman pintu 1 Senayan, Jakarta pada, Kamis (19/11).
Seperti diketahui, berbagai bentuk dukungan terhadap Dr. Adhyaksa Dault dari sejumlah elemen massa dan organisasi untuk maju sebagai Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta terus saja berdatangan.
Eksponen Muda Lintas Iman (EMLI) merasa Jakarta butuh figur pemimpin yang berwatak kebangsaan, religius yang memiliki keimanan dan bertaqwa. Dengan begitu akan terwujud masyarakat Jakarta yang nasional-religius.
Menurut Viktus Murin selaku mantan Sekjen Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), pendaulatan ini dilatarbelakangi kebutuhan Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia, didalamnya terdapat multikultur dari suku, agama, ras, golongan, profesi dan kelas sosial.
“Adhyaksa Dault memiliki track record yang jelas. Ia sosok yang dibutuhkan DKI Jakarta,” jelasnya.
Sementara, Eksponen Muda Lintas Iman (EMLI) menyampaikan juga kalau karakter pemimpin seperti itu ada dalam diri Adhyaksa. "Kami mendaulat Bapak Adhyaksa Dault sebagai calon Gubernur DKI Jakarta," ujar Nikson Gans, selaku mantan Sekjen PP Gerakan Angkatan Muda Indonesia (GAMKI).
Kemudian selanjutnya politisi Hj. Lily Wahid yang merupakan cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) turut hadir, menyampaikan Dr. Adhyaksa Dault sebagai sosok yang tegas, bersih atau anti korupsi, dan memiliki landasan mental-spiritual yang baik sebagai pijakan moral dalam menjalankan kepemimpinannya.
"Beliau (Adhyaksa Dault) sosok yang bersih, berwatak kebangsaan sekaligus religius (Nasionalis-Religius). Nampak dalam pengambilan kebijakan dan tindakan kepemimpinannya saat Adhyaksa masih menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga," tambah Hj. Lily Wahid, adik kandung mantan Presiden Gus Dur (KH.Abdurrahman Wahid).
Untuk kedepannya, Lili Wahid berharap agar Adhyaksa Dault optimis maju sebagai kandidat calon gubernur DKI Jakarta, dirinya sejak lama ingin Ibu Kota dipimpin oleh sosok Adhyaksa Dault. Menurut penilaiannya, Adhyaksa Dault sebagai sosok yang memiliki toleransi tinggi. " Dia orangnya kalau bilang A ya A. Kalau bilang B ya B,” paparnya.
Adapun, dari pantauan pewarta BeritaHUKUM.com, nampak hadir dalam acara ini selaku inisiator, yakni Viktus Murin (Mantan Sekjen Presidium GMNI), Nixon Gans Lalu (Mantan Sekjen PP GAMKI/Gerakan Angkatan Muda Indonesia), serta beberapa tokoh pendeta diantaranya Pdt.Weldy Paat bersama kesebelas Pendeta, Rahel Tuerah, Dikson Siringoringo, John Siregar, Stephen Pangkerego, Nelwan Rompis, Alexander Dominggo Atawolo, Fransiskus Xaverius Namang, Donny Lumingas, Silvester Mbete, Hironimus Abi, Achmad Suhawi, dan Hj. Lily Wahid adik kandung mantan Presiden Gus Dur (KH.Abdurrahman Wahid).
Pada kesempatan yang dan waktu yang bersamaan, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Adhyaksa Dault yang kini menjabat Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka merasa amanah yang akan diusungnya nanti menjadi tanggungjawabnya, serta akan menerima dan bertanggung jawab memegang amanah tersebut jika dipercayakan dari pendukungnya.
Tak cuma itu, pemimpin warga Jakarta harus punya watak pengayom masyarakat. Dengan begitu, jika ada permasalahan, tidak ada masyarakat yang dirugikan atau diterpinggirkan. Dan yang pasti punya kepribadian santun.(bh/mnd)
|