Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Polri
Long March dari Aceh ke Merauke, Brimob Dianugerahi MURI
Thursday 14 Nov 2013 22:23:02
 

Ilustrasi.(Foto: Ist)
 
DEPOK, Berita HUKUM - Korps Brimob Polri menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) ke-6.228. Penghargaan diterima atas napak tilas yang dilakukan Polri dan TNI dari titik nol kilometer di Aceh sampai dengan Merauke, Papua.

Napak tilas dilakukan dengan berjalan kaki selama 86 hari, terhitung sejak 21 Agustus hingga 14 November 2013. Kegiatan dilakukan dengan membawa bendera Merah Putih, bendera lambang kebesaran Polri, serta bendera lambang Korps Brimob. Sebelumnya, titik tolak keberangkatan bermula dari tugu Polisi Istimewa (embrio Brimob) di Surabaya dan diterbangkan ke Aceh.

Total jarak tempuh untuk membawa tiga lambang kebesaran itu adalah 8.700-an kilometer.

"Saya terharu, ini bukan hanya rekor untuk Indonesia, tapi juga dunia. Karena belum ada korps di mana pun di dunia yang melakukan ini seperti Brimob. Ini pengabdian nusa dan bangsa, tidak ada duanya," kata pendiri MURI, Jaya Suprana, sesaat sebelum memberikan penghargaan, di Lapangan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jabar, Kamis (14/11).

Di tempat sama, raut haru muncuk dari Kepala Korps Brimon Irjen M Rum Murkal saat menerima penghargaan MURI.

"Setelah melakukan perjalanan panjang dari regu estafet... Pada hari ini... Perjalanan sudah berakhir. Ini (penghargaan) dipersembahkan untuk Kepolisian Negara Republik Indonesia," kata Rum , di hadapan Kapolri.

Menurut Rum, ide napak tilas yang dilakukan Brimob dan TNI merupakan salah satu bentuk mengenang keterlibatan satuan yang semula bernama Polisi Istimewa ini dalam merebut kemerdekaan Indonesia bersama TNI.

"Satuan yang besar bukan dihitung secara kuantitif, jumlah. Tapi secara solid dan profesional," kata Rum usai upacara peringatan HUT ke-68 Brimob.

Menurut Rum, selama napak tilas hampir tidak ada kendala yang dihadapi para personel. Hanya saja, saat memasuki Papua, kesiagaan dilakukan dengan melakukan sterilisasi dan pengawalan.(dhp/fb/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Polri
 
  Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden
  Jimly: Presiden Prabowo Punya Wewenang Batalkan Perpol Nomor 10/2025
  Komjen Agus Andrianto Resmi Jabat Wakapolri Gantikan Komjen Gatot Eddy
  HUT Bhayangkara ke-77, Pengamat Intelijen Sebut Tiga Hal Ini Yang Nyata Dihadapi Polri
  Polri dan Bea Cukai Teken PKS Pengawasan Lalu Lintas Barang Masuk RI, Cegah Kejahatan Transnasional
 
ads1

  Berita Utama
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Mintarsih Ungkap Hak di Balik 'Penggorengan Saham' Sorotan Menkeu Purbaya

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2