ACEH, Berita HUKUM - Marhamah (21 tahun) warga Paya Bujok Tengoh Kecamatan Langsa Barat, Mahasiswi Semester (V) tingkat (III) pada Akademi Kebidanan (Akbid) Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, babak belur di hajar oknum petugas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa, Aceh.
Marhamah di bal-bal oknum petugas ruang paru-paru, saat melakukan Praktek Kerja Klinik (PKK), kejadiannya bermula pada, Kamis (5/12) sekitar pukul 7:00 Wib, di ruang Poli Anak rumah sakit tersebut.
Menurut Marhamah di dampingi ibunya Mariani, Senin (9/12), pada awak media ini mengatakan pada saat kejadian, Oknum petugas Ruang paru paru Mariana, anaknya sakit di rawat di rumah sakit tersebut.
"Anak oknum petugas Poli paru paru tersebut, dirawat pada ruang poli Anak kesal lambat mendapatkan pelayanan, Mariana mengambil jarum suntik dan obat yang ada di meja, kemudian menyuntik anaknya, kemudian anak dari oknum petugas tersebut mengalami kejang kejang," ujar Marhamah.
Setelah puas melampiaskan kemarahannya, Mariana meninggalkan Korban dalam keadaan setengah pingsan, kemudian Korban di bawa ke Apotik Agung tempat Dokter Sri melakukan praktek umum. Dan atas anjuran dokter Sri, Marhamah, saat ini di rawat pada ruang kecelakaan RSUD Langsa.
Orang tua Korban sangat menyayangkan arogansi Mariana, oknum petugas pada ruang poli paru paru, yang seharusnya bisa memberikan contoh yang baik bagi mahasiswa/i yang melakukan Praktek Kerja Klinik (PKK), bukan malah mengajari kekerasan, dan hingga saat ini belum ada itikad baik baik pelaku maupun keluarga untuk melihat Korban.
Kepala pelayanan medis yang juga Ketua Ikatan Dokter (IDI) Kata Langsa Dokter Doly saat di mintai keterangan mengatakan, "saya belum tau kejadian itu, lansung saja tanya ke Direktur. Direktur RSUD Langsa Dokter Herman, saat di minta tanggapannya mengatakan, "temui saja Bu Dahniar".
Sementara, Wakil Direktur bidang Pelayanan Medis RSUD Langsa Dokter. Dahniar M. Kes saat hendak di konfirmasi awak media ini, sedang tidak berada di tempat, hingga berita ini di turunkan ke meja redaksi, belum ada tanggapan dari Wadir tersebut, walau sudah 3 kali di hubungi melalui handphone selulernya.(bhc/kar) |