JAKARTA, Berita HUKUM – Banjir besar yang melanda Ibukota Jakarta, hingga ke wilayah Jakarta Utara, namun tidak bagi Makam Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad atau yang lebih dikenal dengan Mbah Priok di Penjaringan Jakarta Utara aman dari terjangan banjir.
“Iya benar, disitu tidak banjir, memang aneh makam itu, tidak diterjang banjir,” kata Abdul Rahman Yunus kepada pewarta BeritaHUKUM.com, Jumat (25/1). Ia telah bekerja lebih dari 10 tahun sebagai EMKL, dan di Graha Segara wilayah kerjanya, persis di seberang jalan makam.
Makam yang bagi sebagian kalangan di masyarakat, terutama dari rombongan-rombongan Nahdlatul Ulama, menjadi tempat berziarah ini memang keramat. Terdapat kisah-kisah yang diluar nalar terjadi di makam ini. Seperti cerita masyarakat sekitar bahwa kuburan tersebut pernah mengeluarkan cahaya, saat kerusuhan tahun 2010, ketika makam tersebut hendak digusur.
"Waktu banjir kemarin di sekitar masjid airnya tinggi, tapi tidak sampai masuk ke masjid," kata pengurus masjid Luar Batang Penjaringan, Faisal Syam, di Jakarta, Kamis (24/1).
Makam Mbah Priok terletak di komplek masjid Luar Batang Penjaringan. Makam tersebut dianggap keramat dan tidak pernah sepi dari umat muslim yang berziarah.
Wasti, salah seorang warga yang membuka warung makan Barokah tepat di depan masjid mengatakan, hampir setiap hari kawasan makam Mbah Priok didatangi peziarah.
"Karena banjir ini saja sepi tidak ada yang berziarah. Biasanya banyak orang bahkan dari luar daerah," kata Wasti.
Menurut Wasti, makam tersebut mengeluarkan bau harum.
Mbah Priok merupakan seorang habib yang menyebarkan Islam di Jakarta Utara pada abad ke-18.
Lima hari pascabanjir air setinggi 15 cm masih menggenangi jalan menuju komplek masjid, namun saat ini air sudah surut.(ant/bhc/mdb) |