JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis menilai manajemen pengelolaan problem yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 masih kurang baik. Hal tersebut dibuktikan dengan tidak adanya akurasi data yang detail dan lengkap terkait penanganan Covid-19 ini. Politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) itu menegaskan manajemen pengelolaannya harus diubah.
"Dari segi manajemen sudah sangat parah, tidak ada data sama sekali. Manajemennya harus diubah. Oleh karenanya pada pertemuan (rapat) berikutnya saya minta data itu harus ada. Ini harus serius karena menyangkut nyawa manusia," tandas Iskan dalam RDP secara virtual Komisi VIII DPR RI dengan Sekretaris Utama dan para Eselon I Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna membahas evaluasi penanggulangan Covid-19 serta berbagai isu aktual beserta solusinya, Selasa (12/5).
Terkait masalah keuangan, Iskan berpendapat bahwa masalah keuangan dalam penanganan Covid-19 juga sudah berantakan. "Seharusnya di situ kan ada dana hibah. Saya minta masalah dana itu juga direlaksasi. Karena manajemennya sekarang tidak benar, maka DPR harus diikutsertakan untuk membantu. Dana itu minta untuk direlaksasi, jangan hanya PSBB-nya saja, supaya masyarakat gampang mendapatkan," tegas Iskan.
Dalam kesempatan yang sama, Iskan juga menegaskan dua hal penting berkaitan dengan upaya pencegahan dan penanganan virus Covid-19, yakni keberadaan obat bagi mereka yang telah sakit dan vaksin untuk orang yang sehat sebagai upaya pencegahan. "Harus ada obat untuk mengobati orang sakit dan harus ada vaksin bagi orang yang sehat. Selama belum ada dua hal tersebut maka kebijakan yang diterapkan harus tegas dalam menanggulangi masalah Covid-19 ini," pungkas legislator dapil Sumatera Utara II ini.
Sementara, berdasarkan data yang dihimpun pemerintah Indonesia hingga pukul 12.00 WIB, Selasa (12/5) ada penambahan 484 kasus baru Covid-19.
Penambahan ini telah dipastikan berdasarkan metode pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM). Sehingga secara akumulatif ada 14.749 kasus positif Covid-19 (di Indonesia), dan tercatat ada penambahan 182 pasien yang telah dinyatakan sembuh. Dengan demikian, total pasien sembuh ada 3.063 orang.
Untuk data pasien Covid-19 yang meninggal dunia ada penambahan 16 pasien, setelah sebelumnya dinyatakan positif virus corona. Sehingga jumlah pasien meninggal dunia menjadi 1.007 orang.
Sedangkan, perkembangan virus corona di seluruh dunia per Selasa (12/5) dilaporkan telah ada 4,246,795 orang yang positif terinfeksi dengan pasien sembuh ada 1,522,034 dan kasus kematian terus meningkat di angka 286,740 jiwa.(dbs/dep/sf/DPR/bh/sya)
|