JAKARTA, Berita HUKUM - Setelah Jenderal Polisi Drs. Badrodin Haiti (BH) dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) seminggu yang lalu untuk menjabat sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), dan Kapolri Badrodin Haiti hari ini melantik Komisaris Jenderal Pol. Drs. Budi Gunawan (BG) sebagai Wakapolri. Pelantikan tersebut dilakukan secara sederhana, dan tertutup untuk media di ruang rapat Kapolri di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan pada, Rabu (23/4).
Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB), Markoni Koto meminta kepada seluruh para elit dan pengamat untuk tidak membesarkan-besarkan masalah pelantikan tersebut. Karena menurutnya, sebagai anak-anak bangsa di negeri ini, kita seharusnya menghormati apapun keputusan Presiden yang juga sebagai kepala Negara.
“Kita kan sebagai anak bangsa, sebagai ormas berarti mengacu kepada bangsa dan Negara. Kalau itu yang terbaik yang dilakukan oleh presiden kita sebagai kepala Negara itu harus di hormati,” ujarnya di Jakarta pada, Rabu (23/4).
Markoni pun sangat khawatir bila kritik terhadap Presiden terus dilontarkan akan membuat bangsa Indonesia menjadi terpecah belah. Oleh sebabnya, dia pun meminta, sebagai anak bangsa juga sudah seharusnya turut serta dalam melakukan penguatan-penguatan instansi negara, dengan melalui kajian-kajian yang baik dalam hal mendukung kinerja Pemerintah.
“Jadi kita juga sebagai anak bangsa, mari kita memperkuat seluruh institusi, seluruh lembaga negara, karena zamannya sudah berbeda,” tandasnya.(bh/bar) |