Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Marzuki Alie
Marzuki Alie: Wajarlah, Demokrat Masih Partai Baru
Monday 31 Dec 2012 19:07:14
 

Ketua DPR RI, Marzuki Alie.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
 
JAKARTA, Berita HUKUM – Indonesia Corruption Watch (ICW) dalam reilisnya mengungkapkan bahwa Kader Partai Golkar merupakan yang terbanyak melakukan tindak pidana korupsi, disusul oleh Partai Demokrat, kemudian Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Sepanjang tahun 2012 ini, ICW telah mencatat terdapat 52 kader partai politik yang terjerat kasus korupsi. "Kader Partai Golkar paling banyak terjerat kasus korupsi, ada 14 kader disana. Diposisi kedua, Partai Demokrat dengan 10 kader, dan disusul PAN dan PDIP dengan delapan kader," ujar Peneliti Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Apung Widadi, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat kemarin.

Selain itu dari data ICW terungkap puluhan kader partai politik di seluruh Indonesia, "Kita mencatat ada 52 kader parpol yang terjerat korupsi. 21 dari kalangan atau mantan DPR dan DPRD, 21 dari kepala daerah, dua pengurus partai, dan satu menteri aktif," ungkapnya.

Apung menyimpulkan, kasus korupsi tersebut kebanyakan digunakan untuk pendanaan Pemilu 2014 mendatang. "Disinyalir muara dari kasus korupsi politik diatas adalah pada pendanaan politik Pemilu 2014. Pendanaan politik masih bertumpu pada uang-uang haram yang bersumber dari korupsi," pungkasnya.

Menanggapi apa yang diungkapkan ICW ini, terkait partai Demokrat yang masuk peringkat kedua dalam tindak pidana korupsi, Ketua DPR RI Marzuki Alie mengatakan, persoalan tersebut karena partainya masih baru dan akan terus memperbaiki diri. “Wajarlah, Demokrat masih partai baru, partai muda, perlu waktu belajar, memperbaiki diri, saya yakin waktu yang tersisa ini kita akan mampu menjadi partai yang betul-betul amanah, partai yang dipercaya oleh masyarakat,” ujar Marzuki Alie kepada para wartawan, Senin (31/12).

Ditegaskannya bahwa partai Demokrat kedepan akan terus berbenah, termasuk menindak tegas para kadernya jika berbuat masalah, hingga akan mencoret nama kader dari pengurus atau anggota partai. “Kita selalu mengevaluasi diri. Majelis tinggi akan melihat siapa yang bermasalah akan dicoret, saya yang pertama yang akan minta seseorang untuk dicoret,” tegas Marzuki.

Sementara itu menanggapi kabar tentang adanya perpecahan dalam tubuh partai Demokrat, Marzuki mengatakan, “Tidak ada faksi didalam partai demokrat, partai demokrat tetap solid,” imbuhnya.(bhc/mdb)



 
   Berita Terkait > Marzuki Alie
 
  Marzuki Alie: Pemerintah sedang Merampok Rakyat
  Marzuki Alie Yakin PDIP Konsisten BBM Tidak Naik
  Seapac Bangun Etika dan Integritas Perangi Korupsi
  Jadi Penasihat Prabowo-Hatta, Marzuki Alie: Semoga Jadi Keputusan Partai
  Marzuki Alie Siap Adu Gagasan dengan Jokowi
 
ads1

  Berita Utama
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat

 

ads2

  Berita Terkini
 
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2