Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Mangrove
Masyarkat Tuntut Konservasi Hutan Mangrove
Friday 28 Oct 2011 00:39:12
 

Ilutrasi hutan bakau yang rusak (Foto: Ist)
 
PONTIANAK (BeritaHUKUM.com) - Masyarkat pesisir Kubu Raya, Kalimantan Barat, kabarnya sedang mengurut dada. Pasalnya, permintaan konservasi hutan bakau ( mangrove) yang selama ini menjadi surga dalam mencari nafkah mereka itu, tidak juga di gubris baik dari pemerintah maupun pihak perusahaan yang mengelola.

Kami telah mengadu ke dinas pemerintahan setempat. Tetapi tuntutan konservasi hutan yang telah ditebang belum terealisasi. Jika ini belum terlaksana, maka nasib nelayan sekitar tidak akan berubah, " ujar tokoh masyarakat Raja Along di Dusun Karya, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sui Raya, Kabupaten Kubu Raya, Pontianak, seperti yang dilansir media daerah setempat, Kamis (27/10).

Lebih, lanjut Along menjelaskan meski mangrove adalah hutan produksi. Tetapi jika tidak diimbangi penebanganya dengan konservasi, maka lambat laun akan terkikis. Padahal, pihak perusahaan sudah berjanji akan mengadakan konservasi, tetapi sampai hari ini. 5.744 masyarakat pesisir Kubu Raya belum melihat realisasinya.

“Kami bebaskan perusahaan beroperasi sesuai dengan izinnya. Tetapi, tindak penanggulangannya minim sekali. Jika, terus di biarkan maka masyarakat pesisir teracam mengalami kesenjangan sosial, ” tambah Along.

Dalam perjanjian antara masyarakat dengan perusahaan, menyebutkan bahwa pihak perusahaan wajib melakukan konservasi alam seluas 4.000 hektare. Tetapi masyarakat menilai perusahaan tidak seratus persen menjalankan perjanjian tersebut.

Sementara itu, Humas PT Kandalia Alam, Lutfi mengatakan, penebangan tersebut sesuai dengan rencana kerja tahunan. Pihaknya juga tidak sembarang menebang, bahkan telah menjanjikan akan mensejahterakan masyarakat setempat. Sekitar 18.130 hektar luas area milik Perusahaan PT Kandalia Alam digarap secara baik.

Mengenai masalah kesenjangan sosial, Lutfi menjelaskan, memang ada pro dan kontrak. Sampai saat ini, belum tahu secara pasti apa kendala yang terjadi. “Kami telah berusaha untuk mensejahterakan warga pesisir, seperti menyumbang untuk keperluan sehari-hari,” ujar dia.

Tetapi, Ketua Nelayan Dusun Tokaya, Sulaiman membantah hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa sampai saat ini masyarakat pesisir masih belum menerima sesuai apa yang telah dijanjikan oleh perusahan tersebut. “Kami tidak menuntut lebih. Yang penting konservasi alam harus dilaksanakan. Jika demikian, alam tidak akan tercemar lagi. Biota laut, seperti kepiting pasti berkembang biak dengan baik. Masyarakat pun kembali sejahtera, serta tidak akan berontak terhadap perusahaan itu sendiri,” tandasnya. (ppc/riz)



 
   Berita Terkait > Mangrove
 
  Miliki 23% Mangrove Dunia, Indonesia Berkontribusi Besar Kurangi Perubahan Iklim
  Kondisi Hutan Mangrove di Inhil Makin Parah, Abrasi di Kawasan Pesisir Terus Mengancam
  3.000 Pelajar Tanam Mangrove di Bawah Jalan Tol Bali
  Perusakan Mangrove Marak di Gorontalo
  Bangun Jalan Terbengkalai, 200 Hektare Hutan Mangrove Dibabat
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2