JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam era informasi dewasa ini umat manusia dihadapkan pada perubahan nilai bahwa seolah apa yang dikatakan media massa adalah benar, akurat, dan dapat dipercaya. Realitas social menjadi ‘realitas media atau realitas seperti apa yang tertera dalam media. Kecenderungan penyempitan makna informasi bukan hanya harus menjadi kesadaran bersama, tetapi juga semakin menambah besar tanggung jawab social media massa.
Hal tersebut disampaikan Menteri Agama Suryadharma Ali, dalam kata sambutannya ketika membuka Konferensi Internasional Media Massa Islam Ke-3 Tahun 2013, di Jakarta, Selasa (3/12).
Dalam konferensi tersebut juga dihadiri oleh, Sekjen Rabithah Alam AL Isami, Dr.Abdullah bin Abdul Mohsen Al-Turki, sedikitnya dua puluh perwakilan delegasi dari berbagai Negara, pimpinan organisasi Islam, kalangan kadamisi, praktisi media dari berbagai negarahadir dalam acara tersebut.
Lebih lanjut Menteri Agama, berharap para peserta akan memanfaatkan pertemuan ini untuk berdiskusi, dan bertukar pkiran, mengenai peran media dan Islam, serta hal hal lain yang menjadi perhatian kita semua, sebagai dampak dari perkembangan media yang begitu cepat.
Melalu Konferensi ini, lanjut Suryadharma Ali, akan terbuka peluang bagi para peserta untuk membangun silaturahim dan jejaring komunikasi, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama, untuk melakukan berbagai kerjasama yang bermanfaan bagi penguatan ukhuwah Islamiyah dan kerjsama global.
“Sesuai dengan tema kali ini, media dan tanggung jawab social, mengingatkan kita semua akan semakin besar dan kuatnya pengaruh media dalam kehidupan social kemasyarakatan di dunia, di masa kini dan masa depan, “jelas Suryadharma Ali.
Para sarjana dan pengamat media mengemukakan bahwa, memasuki abad ke 21, umat memasuki ‘‘millennium informasi’, dimana komunikasi dan informasi yang disebarkan melalui media massa, akan secara signifikan menentukan arah dan perkembangan masyarakat.
Oleh karena itu, pada event internasional ini yang dihadiri oleh para sarjana dan pakar dari berbagai disiplin ilmu, baik dari dalam maupun luar negeri sangat penting bagi kita semua. Konfrensi internasional ini diharapkan juga akan menyoroti aspek-aspek penting yang berkaitan dengan masalah tanggung jawab social media massa. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan bercorak multidisiplin, sehingga dapat menghasilkan rumusan yang komprehensif dan memberikan sumbangan berarti pada tingkat akademik maupun pada rumusan regulasi akan pemanfatan media bagi pembangunan dinegara-negara muslim.
Pada sisi lain salah satu peran yang perlu dilakukan oleh para pemimpin dan tokoh umat Islam melalui media adalah menyebarkan nilai-nilai keadilan, kedamaian dan kerjasama kemanusiaan untuk meningkatkan kepedulian terhadap perbaikan nasib sebagian umat Islam disejumlah Negara yang masih dilanda kemiskinan bahkan menjadikorban konflik yang tak kunjung berakhir.
Untuk itu media Islam perlu menyuarakan pesan-pesan kemanusiaan untuk meningkatkan kesejahteraan dan penanggulangan kemiskinan di tataran global. (bhc/rat)
|