JAKARTA, Berita HUKUM - Kejaksaan Agung Republik Indonesia mempersempit ruang gerak tersangka Indar Atmanto mantan Direktur Utama PT Indosat Mega Media (IM2), selain mencekalnya agar tak bisa bepergian ke luar negeri, Indar kini berstatus tahanan kota, dimana pertimbangan tahanan kota dikeluarkan terhadap tersangka karena pihak keluarga dan kuasa hukum telah memberikan jaminan.
Kondisi kesehatan Indar Atmanto yang mengidap penyakit diabetes, juga merupakan bahan pertimbangan sehingga tersangka tahanan kota, dengan jaminan pihak keluarga. "Tahanan rutan, tahanan kota, tahanan rumah. Tiga-tiganya itu namanya tahanan. Jenisnya berbeda. Jadi tak perlu itu uang jaminan," kata Jaksa Agung Basrief Arief, usai shalat Jumat (21/12).
Sebelumnya dari informasi Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Setia Untung Ari Muladi telah menyatakan bahwa, "Terhitung Sejak 19 Desember 2012 sampai tanggal 7 Januari 2012, tersangka Indar Atmanto dikenai tahanan kota," kata Setia Untung kemarin.
Tersangka Indar Atmanto dijerat dengan pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Berkas perkara tersangka sudah dinyatakan lengkap (P21), sehingga selama berstatus tahanan kota, Indar tetap bisa dengan mudah mengikuti proses sidangnya.
Kasus ini menyeruak setelah Kejaksaan Agung menelusuri dan menduga IM2 tidak berhak menggunakan jaringan 3G, karena tidak pernah mengikuti seleksi pelelangan pita jaringan seluler bergerak pada frekuensi 2,1 GHz atau yang dikenal dengan 3G.
Dalam hal ini dugaan kerugian negara sangat besar, yakni mencapai Rp 1,3 Triliun.(bhc/mdb) |