Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Agung Laksono
Menkokesra Sebut Beras Raskin Rusak Akibat Masa Simpan
Saturday 13 Sep 2014 02:55:42
 

Menkokesra, Agung Laksono memimpin evaluasi pelaksanaan program raskin semester 1.(Foto: BH/mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Menko Kesra, Agung Laksono, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Pelaksanaan Program Raskin Semester I tahun 2014. Rakor ini sendiri sebagai tindak lanjut hasil evaluasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terutama terkait bidang pengadaan dan distribusi.

Agung menandaskan pengadaan beras untuk orang miskin ini sendiri sesungguhnya berjalan baik. Beras yang diterima masyarakat miskin tidak dalam keadaan baik bukan karena beras itu berkualitas jelek. Melainkan karena terjadi perubahan kualitas akibat masa simpan beras di dalam gudang selama 6 bulan.

"Beras bukan karena berkualitas jelek, tapi masa simpan di dalam gudang selama 6 bulan penyebab kualitas beras rusak,"papar Agung, Kamis (11/9) saat memaparkan hasil dari evaluasi program raskin semester 1 pada wartawan.

Agung mengatakan, produksi padi sendiri menerapkan sistem In vivo. Hasilnya mencerminkan produksi beras di daerah meningkat. Daya serapnya juga cukup baik. Jadi, sebenarnya tidak ada masalah dengan kualitas raskin. Jadi, meskipun di beberapa daerah ditemukan adanya beras berkualitas jelek, bukan berarti semua beras untuk masyarakat miskin jelek. Kondisi ini hanya ditemukan di beberapa titik distribusi.

Salah satu solusi yang paling utama dalam memperbaiki masalah yang terdapat di program Raskin yakni dengan memperbaiki proses penyimpanan di gudang. Selama 16 tahun program ini berjalan kerap ditemukan raskin yang buruk kondisinya seperti berkutu, berwarna kusam dan menimbulkan bau tidak sedap.

Dikatakan Agung, beras yang diterima dari petani sebenarnya mutunya bagus, namun karena proses penyimpanan yang membuat kualitas beras menjadi jelek seperti berkutu, berubah warna, kusam, dan bau. Karenanya, tengah dicari cara yang terbaik. Kemasannya harus lebih rapat agar tetap terjaga mutunya.(bhc/mnd)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2