SEBATIK, Berita HUKUM - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno melakukan kunjungan kerja ke Satgasmar Ambalat XIX di Mess Kotis Perisai sakti, Sei Bajo, Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (15/6).
Dalam melaksanakan kunjungan tersebut Menkopolhukam didampingi Pj. Gubenur Kalimantan Utara Triyono Budi Sasongko, Bupati Nunukan bapak Basri, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Benny Indra, Kasrem 091/ ASM Kolonel Handoko S, Dandim 0911/ NNK Letkol (Inf) Tagor Rio Pasaribu dan Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) M. S. Rizal.
Kedatangan Menkopolhukam beserta rombongan doi Mess Perisai Sakti, disambut oleh Komandan Satgasmar Ambalat XIX Kapten Marinir Iskandar Muda Tanjung beserta perwira dijajarannya.
Dalam kesempatan tersebut, Menkopolhukam memberikan pesan kepada seluruh prajurit Satgas marinir Ambalat XIX agar melaksanakan tugas pokok dalam mengemban misi menjaga perbatasan Indoneisa – Malaysia.
“Hidup didaerah perbatasan memang tidak mudah dan ringan, oleh karena itu kita harus dapat beradaptasi di daerah tersebut sehingga mampu melindungi segenap masyarakat dan berrguna bagi lingkungan sekitar dalam menjaga di perbatasan NKRI,” tegasnya.
Selain itu, Menkopolhukam juga mengharapkan agar seluruh prajurit Satgasmar Ambalat XIX melaksanakan pendekatan social kepada masyarakat dengan tidak bertindak represif yang dapat merugikan masyarakat. Yang tidak kalah pentingnya, yaitu menciptakan kerjasama dengan instansi pemerintahan, TNI – Polri dan masyarakat sehingga tercipta situasi kondusif.
Usai dari Mess Kotis Perisai Sakti, Menkopolhukam beserta rombongan melaksanakan peninjauan di Posal Sei Pancang untuk melihat secara langsung batas laut negara Indonesia dengan Malaysia, Patok 3 (patok perbatasan Indonesia dengan Malaysia ) dan meninjau di Pos Pamtas TNI AD di Aji Kuning.(tni/bh/yun) |