Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Menko Perekonomian
Minggu Depan, Menko Perekonomian Akan Gelar Rapat Khusus Pengendalian BBM
Tuesday 12 Mar 2013 10:06:04
 

Ilustrasi, SPBU Pertamina.(Foto: BeritaHUKUM.com/coy)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengaku akan segera melakukan rapat untuk membahas pengendalian subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara efektif pada minggu depan. Rapat tersebut dilakukan untuk menghindari jebolnya kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

"Kita harus kendalikan tidak bisa tidak. Minggu depan saya mau mengajak menteri-menteri untuk rapat khusus mengenai pengendalian ini," ujar Hatta di Kementerian Perekonomian, Jakarta, Senin (11/3).

Menurut Hatta, rapat yang akan digelar minggu depan akan membicarakan tentang pengendalian secara efektif BBM bersubsidi agar kuota yang telah dianggarkan dalam APBN 2013 sebesar 46 juta kilo liter tidak terus membengkak.

Namun, Menko Perekonomian belum mau memaparkan langkah-langkah yang akan diambil pemerintah untuk menjaga kuota BBM bersubsidi. Ia meminta semua pihak untuk menunggu sampai hasil rapat diputuskan minggu depan.

"Kita tunggu setelah rapat," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Agus D.W Martowardojo mengatakan bahwa kuota BBM bersubsidi tahun 2013 berpotensi meningkat hingga angka 53 juta kilo liter apabila tidak ada kebijakan yang memadai untuk mengendalikan konsumsinya.

Membengkaknya kuota akan membuat anggaran subsidi BBM naik. Menkeu mengatakan bahwa kondisi tersebut dapat membuat pos anggaran belanja subsidi meningkat lebih tinggi dari yang ditetapkan dalam APBN 2013 sebesar Rp 274,7 triliun dan ini diprediksi dapat mengganggu kesehatan fiskal.

Namun Menkeu masih optimistis dengan pengendalian itu subsidi BBM tidak akan mencapai volume yang kita khawatirkan yaitu peningkatan sampai di atas 50 juta kilo liter.

Dalam APBN 2013, belanja subsidi mencapai Rp 316,1 triliun. Anggaran subsidi itu dialokasikan untuk subsidi BBM jenis tertentu, LPG tabung 3 kilogram dan LGV sebesar Rp 193,8 triliun, subsidi listrik Rp 80,9 triliun, dan subsidi non-energi Rp 41,4 triliun.(es/skb/bhc/rby)



 
   Berita Terkait > Menko Perekonomian
 
  Empat Pekerjaan Rumah untuk Menko Perekonomian Baru
  Presiden SBY Tunjuk CT Gantikan HR Jadi Menko Perekonomian
  Menko Perekonomian Minta Semua Importir Beras Vietnam Diperiksa
  Menko Perekonomian Minta Masyarakat Tidak Panik Hadapi Pelemahan Rupiah
  Menko Perekonomian Resmikan Kantor Bupati Gorut
 
ads1

  Berita Utama
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

 

ads2

  Berita Terkini
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2