JAKARTA, Berita HUKUM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengaku akan segera melakukan rapat untuk membahas pengendalian subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara efektif pada minggu depan. Rapat tersebut dilakukan untuk menghindari jebolnya kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
"Kita harus kendalikan tidak bisa tidak. Minggu depan saya mau mengajak menteri-menteri untuk rapat khusus mengenai pengendalian ini," ujar Hatta di Kementerian Perekonomian, Jakarta, Senin (11/3).
Menurut Hatta, rapat yang akan digelar minggu depan akan membicarakan tentang pengendalian secara efektif BBM bersubsidi agar kuota yang telah dianggarkan dalam APBN 2013 sebesar 46 juta kilo liter tidak terus membengkak.
Namun, Menko Perekonomian belum mau memaparkan langkah-langkah yang akan diambil pemerintah untuk menjaga kuota BBM bersubsidi. Ia meminta semua pihak untuk menunggu sampai hasil rapat diputuskan minggu depan.
"Kita tunggu setelah rapat," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Agus D.W Martowardojo mengatakan bahwa kuota BBM bersubsidi tahun 2013 berpotensi meningkat hingga angka 53 juta kilo liter apabila tidak ada kebijakan yang memadai untuk mengendalikan konsumsinya.
Membengkaknya kuota akan membuat anggaran subsidi BBM naik. Menkeu mengatakan bahwa kondisi tersebut dapat membuat pos anggaran belanja subsidi meningkat lebih tinggi dari yang ditetapkan dalam APBN 2013 sebesar Rp 274,7 triliun dan ini diprediksi dapat mengganggu kesehatan fiskal.
Namun Menkeu masih optimistis dengan pengendalian itu subsidi BBM tidak akan mencapai volume yang kita khawatirkan yaitu peningkatan sampai di atas 50 juta kilo liter.
Dalam APBN 2013, belanja subsidi mencapai Rp 316,1 triliun. Anggaran subsidi itu dialokasikan untuk subsidi BBM jenis tertentu, LPG tabung 3 kilogram dan LGV sebesar Rp 193,8 triliun, subsidi listrik Rp 80,9 triliun, dan subsidi non-energi Rp 41,4 triliun.(es/skb/bhc/rby) |