Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    

Miranda Minta KPK Tidak Menahannya
Thursday 26 Jan 2012 18:22:28
 

Miranda Swaray Goeltom (Foto: Ist)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Meski telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan cek pelawat terhadap politisi Senayan terkait pemilihan deputi senior gubernur BI, Miranda Swaray Goeltom berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak melakukan penahanan terhadap dirinya. Alasannya, diirnya selalu kooperatif dengan memnuhi panggilan pemeriksaan.

"Selama ini saya merasa sangat kooperatif. Sejak 2008, setiap dipanggil menjadi saksi, saya tidak pernah mangkir atau tidak hadir. Dengan ketaatan seperti itu, saya berharap (KPK) tidak menahan saya," kata Miranda kepada wartawan di rumahnya, Jalan Sriwijaya Raya, Jakarta, Kamis (26/1).

Miranda Goeltom pun menegaskan bahwa dirinya akan mengikuti semua proses hukum yang diterapkan KPK. Dirinya pun tetap akan bersikap kooperatif, bila dipanggil dan diperiksa tim penyidik "Sebagai warga negara yang baik, tidak mungkin saya bilang tidak mau. Tugas saya adalah untuk menerangkan sejelas-jelasnya, sebenar-benarnya, dan sesungguh-sungguhnya," ujar dia.

Miranda menegaskan dirinya memang ingin kasus ini tuntas. Alasannya, ia sangat berkepentingan dalam kasus ini, agar terungkap jelas dan cepat selesai. "Saya merasa itu adalah jalan terbaik, karena yang paling berkepentingan untuk segera selesai ini adalah saya. Sama sekali bukan yang lain. Saya juga ingin kasus ini segera selesai," tandasnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Miranda Goeltom sebagai tersangka kasus dugaan suap cek pelawat. Ia dijerat telah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b jo Pasal 13 UU Nomor 31/1999 jo UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat (1) dan (2) KUHP. KPK sendiri belum melakukan penanahan terhadap Miranda.

Seperti diketahui, KPKjuga menetapkan Nunun Nurbaeti sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap cek perjalanan ini. Istri mantan Wakil Kepala Polri, Komjen (Purn) Adang Darajatun itu diduga mengalirkan cek perjalanan ke anggota DPR 1999-2004 untuk kepentingan memilih Miranda Goeltom menduduki posisi itu. Lebih dari 30 anggota DPR yang terlibat telah divonis dan beberapa di antaranya sudah tuntas menjalani masa pidana.(gnc/bie)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2