JAKARTA, Berita HUKUM - Serah terima jabatan (Sertijab) Panglima TNI dari Jenderal TNI Dr. Moeldoko kepada Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dilakukan hari Selasa ini. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menggantikan posisi seniornya Jenderal TNI Moeldoko sebagai Panglima TNI, bertempat di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (14/7) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo telah sah secara resmi menjabat sebagai Panglima TNI yang baru, setelah sebelumnya mendapat persetujuan DPR RI serta juga telah dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara pada Rabu (8/7) lalu.
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang berasal dari kota Solo itu dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 49 TNI Tahun 2015 tentang pemberhentian dan pengangkatan Panglima TNI Jenderal Gatot yang menggantikan Jenderal TNI Dr. Moeldoko yang pensiun pada 1 Agustus 2015 mendatang.
Jenderal Gatot Nurmantyo merupakan lulusan Akademi Militer pada 1982 dan berpengalaman di kesatuan infanteri baret hijau Kostrad. Dia juga pernah menjabat sebagai Komandan Kodiklat TNI, Pangkostrad, Pangdam V Brawijaya dan Gubernur Akmil, hingga KSAD, serta sederet posisi strategis lainnya di TNI.
Saat menjabat sebagai KSAD ke-30, Jenderal Gatot ditunjuk oleh Presiden ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 25 Juli 2014. Kemudian dipilih Presiden Jokowi sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Moeldoko yang memasuki masa purna bhakti.
Jenderal Moeldoko juga menyampaikan keyakinannya kepada penggantinya Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang akan dapat membuat seluruh prajurit TNI kian profesional dan sejahtera.
Ditanya kegiatan apa yang akan dilakukan setelah pensiun, Moeldoko mengaku akan tetap di Jakarta dan mengajar. Tapi dia hanya tertawa saat ditanya mengenai kabar adanya tawaran Presiden Jokowi untuk menduduki salah satu kursi kabinet pasca reshuffle.(bh/yun)
|