Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Palestina
Muhammadiyah Konsisten Membela Palestina dari Dulu Hingga Kini
2024-06-11 17:46:03
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Bidang Tabligh Global dan Kerja Sama Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Fahmi Salim ingatkan peran Muhammadiyah membantu Rakyat Palestina tidak baru-baru ini saja.

Sebab sejak sebelum ramai diperbincangkan oleh media sosial sekarang, Muhammadiyah melalui tokoh-tokohnya ikut berperan menjadi delegasi perdamaian untuk Rakyat Palestina.

Dalam Kajian Ahad (9/6) bertema "Muhammadiyah dan Perjuangan Bela Palestina” yang digelar di Jakarta, Fahmi Salim meminta supaya warga persyarikatan tidak melupakan sejarah perjuangan Muhammadiyah membela Palestina.

Fahmi Salim mengungkapkan, pada tahun 1930 an ada tokoh sekaligus kader Muhammadiyah yang bernama Abdul Kahar Muzakkir yang gigih membangun diplomasi dengan dunia internasional untuk membela Palestina.

Tidak hanya berdiplomasi membela Palestina, Prof. Abdul Kahar Muzakir ketika menuntut ilmu di Mesir juga aktif mengkonsolidasikan kekuatan dunia Islam untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

Bahkan Kahar Muzakir diundang khusus oleh Mufti Besar Palestina yang bernama Syaikh Muhammad Amin Al-Husaini untuk mengikuti Muktamar Alam Islam pada 1931 di Yerusalem, Palestina.

“Abdul Kahar Muzakir ini orang Muhammadiyah, tokoh Muhammadiyah pertama yang terlibat dalam urusan Palestina,” ungkapnya.

Kemudian pada 1937 Kahar Muzakir juga menghadiri muktamar yang sama di Suria dengan membawa mandat dari 34 organisasi Islam asal Indonesia, termasuk Muhammadiyah untuk menyuarakan pembebasan Palestina.

Selain Kahar Muzakir, juga ada Muhammad Rasyidi – tokoh dan kader Muhammadiyah asal Yogyakarta yang ikut serta membela Palestina. Fahmi Salim menyebut Rasyidi ini sebagai penerus perjuangan Kahar Muzakir di Timur Tengah.

Keberpihakan Muhammadiyah terhadap pembebasan Palestina, kata Fahmi, karena Muhammadiyah menjadikan Islam sebagai basis perjuangan. Islam bagi Muhammadiyah tidak hanya dimaknai sebatas perintah salat saja, dan ibadah-ibadah khusus saja.

Perjuangan pendahulu Muhammadiyah untuk membebaskan Palestina konsisten dilanjutkan Muhammadiyah sampai sekarang, baik melalui aksi-aksi simbolik, maupun bantuan sosial, kemanusiaan, sampai beasiswa pendidikan untuk rakyat Palestina.(muhammadiyah/bh/sya)




 
   Berita Terkait > Palestina
 
  Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
  Terekam, Biadabnya Tentara Israel Rayakan Kehancuran RS Indonesia
  Insiden Terbunuhnya Ismail Haniyeh Perburuk Situasi Timur Tengah
  Muhammadiyah Konsisten Membela Palestina dari Dulu Hingga Kini
  Enam bulan pertikaian di Gaza dalam angka
 
ads1

  Berita Utama
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga

Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

 

ads2

  Berita Terkini
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga

Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar

Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"

Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores

Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2