AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Bulan suci Ramadhan di Amerika Serikat, tepatnya di Washington, D.C tetap dijalani umat muslim di sana, walau kondisi musim panas (summer session) yang menyengat.
Hal ini dilaporkan President of Indonesian Association in the North America, Gugun Gumilar kepada BeritaHUKUM.com, bahkan puncak panas terik matahari di belahan bumi Paman Sam ini telah mencapai 80 derajat celsius, dengan waktu berpuasa lebih sekitar 3 jam dengan Indonesia.
"Saat ini saya tinggal di Washington DC., aroma berpuasa lebih menantang, yaitu berpuasa kurang lebih 17 jam hingga kita berbuka puasa pukul 08.35, bahkan di Negara bagian Alaska Amerika serikat hampir 19 Jam. Begitulah keadaan durasi waktu puasa di Amerika Serikat tahun ini," kata Gugun, Selasa (23/7) dini hari, waktu Indonesia.
Gugun menceritakan, bahwa ketika dulu pertama kali berpuasa di Eropa tepatnya di Lisbon, Portugal 2011 dan bisa melaksanakan Idul Fitri di Kota Lisbon, sama-sama mampu menjalankan perintah Allah ini dengan baik.
"Saya masih ingat 2 hari puasa di Lisbon ketika itu Imsak pukul 4.15 am dan buka puasa pukul 08.00 pm, tapi saya merasa enjoy dan happy bisa merasakan di tengah-tengah belahan dunia barat, saya masih menjalankan ibadah puasa dengan nikmat," ujarnya.
Sebagai seorang Muslim, Gugun sangat senang ketika berpuasa di Amerika Serikat yang mayoritas berpenduduk Non-Muslim, namun tetap bisa melaksanakan puasa dengan penuh suka cita dan semangat untuk menjalankan puasa dengan keikhlasan.
"Tantangan seorang Muslim berpuasa disini adalah ia harus bisa menjaga godaan yang bisa membatalkan puasa, maklum ketika berjalan, di sepanjang perjalanan kita banyak menemukan mungkin 98% orang makan di jalan bahkan harus menjaga pandangan dari pandangan lawan jenis agar puasa kita terjaga dengan sebaik baiknya," ungkap Gugun.
Dijelaskan Gugun, bahwa penduduk Indonesia yang tinggal di Amerika, ada sekitar 1,5 juta jiwa yang tercatat oleh Pemerintah, bahkan mungkin lebih. "Tetapi, saya disini tidak menemukan kesulitan untuk menemukan warga Negara Indonesia di Washington D.C., maklum mungkin ibu kota Negara. Komunitas Muslim Indonesia di DC lebih meriah dan sangat kuat silaturahimnya, diantara organisasi komunitas muslim disini yang terbesar adalam IMAAM Center," terang Gugun.
Organisasi IMAAM adalah basis, dimana orang-orang Indonesia, bahkan orang Amerika berkumpul untuk mengadakan kegiatan syiar agama, contohnya pada saat bulan suci ramadhan ini, yakni berbuka puasa bersama, taraweh, pengajian, madrasah, dan lain-lain.
"Kegiatan saya selama bulan suci Ramadhan di Amerika Serikat diantaranya menjadi seorang muadzin, Imam taraweh di komunitas Muslim Indonesia, Qori' Al-Qur’an atas undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC., karena saya diundang oleh pak Dubes Dino Pati Djalal untuk menjadi Qori' Al-Qur’an dalam rangka buka bersama para Duta Besar tanggal 22 Juli 2013," kisah Gugun.
Selain itu Penerima Beasiswa Unggulan Kemendikbud tahun 2013 ini, turut diundang oleh VoA (Voice of America) untuk memberikan pemaparan mengenai “Ukhuwah Islamiyyah” dalam program sahur Ramadhan tanggal 16 Juli 2013 kemarin dan bisa ditonton langsung di Indonesia.
"Mungkin di Metro TV, Indosiar, atau ANTV. Selain itu juga sekarang saya sedang focus dalam kegiatan International Young Leader Assembly yang akan diadakan pada tanggal 20-29 Agustus 2013. Saya sebagai Program Koordinator acara ini, dimana kegiatan ini dimaksukkan juga untuk mengundang 150 pemuda dari 40 Negara untuk berbagi pengalaman dalam bidang leadership, entrepreneurship, service, dan lain-lain," papar Gugun menutup pembicaraan.(bhc/mdb)
|