ACEH, Berita HUKUM - Muspika Kecamatan Rantau Perlak terdiri dari Camat, Kecamatan Rantau Perlak Drs. Julbahri, Kapolsek Ipda. Muhammad Daud dan Danramil Kapten Inf. Muhammad Yusuf serta tokoh masyarakat, Jum'at (15/11) pagi kunjungi lokasi kebakaran sumur minyak ilegal.
Berdasarkan pantauan awak media ini di lokasi kejadian, minyak tersebut terus Keluar dari lobang pengeboran bekas kebakaran di perkirakan 36 drum per jam (sekitar 36 barel), saat ini ditimba warga untuk diamankan, akibat dari kebakaran tersebut diduga 6 warga tewas hangus terbakar, bersama minyak mentah.
Berdasarkan data pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Idi Rayeuk, yang di tulis di papan pengumuman Korban yang mengalami luka bakar;
(1). Abdullah (30th) Mata ie, (2). Rizki (12th) Mata ie, (3).Wasida (45th) Tanjung Pura Sumatra Utara, (4).Ramlan (22th) Mata ie, (5).Ridwan (25th) Tanjung Tualang, (6)). Agus Syaputra (22th) mata ie, (7). Wahyu Budi Efendi (29th) mata ie, (8). Dedi Maulana (25th) Mata ie, (9). Putra (15th) Mata ie, (10). M.Zaini (28th) Tanjung Pura Sumatra Utara, (11). Suhardi (40th) Tanjung Pura Sumatra Utara, (12). Musliadi (12th) Mata ie.
Sedang data yang di pegang Camat kecamatan Rantau Perlak, Ada 13 orang dan 1 orang di rawat pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa; (1). Muliadi (44th) (2). Abdullah (13th) (3). Rizki Ramadhan (24th) (5). Agus Saputra (65th) (6). Sukardi (22th) (7). Ramlan (40th) (8). Ridwan (39th) (9). M.Zaini (26th) (10). Dedi Maulana (23th) (11). Surya Saputra (14th) (12). Zulfan (39th) (13). Budi Efendi (30th).
"saya tidak tau siapa yang dirawat di rumah sakit Langsa," ujar Julbahri, saat di konfirmasi awak media ini di ruang kerjanya, Jum'at (15/11).
Ada 6 orang warga yang hilang diduga tewas hangus terbakar, (1). Surya Saputra (14th), (2). zulfan (39th), (3). Sukardi (22th), (4). Wajidan (12th), (5). Abdullah (13th), (6).Muliadi (44th)
"Saya juga tidak setuju dengan pengeboran ilegal yang di lakukan warga, bahkan saya selaku pemerintah sudah mengajak bupati ke lokasi tersebut," jelasnya.
Saat di singgung kenapa warga bisa melakukan pengeboran ilegal, kalau tidak ada ijin dari muspika,?" Julbahri mengatakan, "saya tak kuasa menghentikan aksi warga,".
Saat ditanya kenapa minyak ilegal tersebut bisa di pasarkan keluar, dengan tanpa halangan dari pihak penegak Hukum? lagi lagi Julbahri mengatakan, "para pemain minyak ilegal tersebut, melibatkan orang orang yang memiliki kuku yang sangat tajam," Pungkas Julbahri.(bhc/kar)
|