Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Kabut Asap
NASA: Kebakaran Hutan RI Terparah dalam Sejarah
Monday 05 Oct 2015 09:04:33
 

Hot Spot Pembakaran lahan di Indonesia terlihat dari data Nasa.(Foto: earthdata.nasa.gov)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kebakaran hutan di Indonesia yang menyebabkan kabut asap di wilayah Asia Tenggara termasuk yang terburuk dalam sejarah.

Demikian disampaikan ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Kabut asap akibat kebakaran hutan di Indonesia itu sudah berimbas ke wilayah Malaysia dan Singapura selama berminggu-minggu.

Krisis kabut asap juga sudah memicu ketegangan diplomatik antara Indonesia dan Singapura. Ilmuwan di NASA sekarang memperingatkan bahwa bahaya krisis kabut asap tahun ini nyaris sama dengan terjadi pada tahun 1997.

”Kondisi di Singapura dan Sumatra Tenggara mendekati dengan (krisis kabut asap) 1997,” kata Robert Field, seorang ilmuwan Universitas Columbia yang berbasis di NASA Goddard Institute for Space Studies.

”Jika perkiraan untuk musim panas terus berlangsung, ini menunjukkan bahwa peringkat pada 2015 masuk di antara peristiwa yang paling parah dalam catatan,” lanjut Field, Jumat (2/10) seperti dikutip Channel News Asia.

Herry Purnomo, seorang ahli kabut asap di Pusat Penelitian Kehutananan Internasional yang berbasis di Indonesia setuju dengan penilaian ilmuwan NASA itu.

Menurutnya, kebakaran hutan di Indonesia saat ini memang situasinya mirip dengan tahun 1997.

”Saya percaya dampak dari kebakaran tahun ini akan seburuk tahun 1997, dalam hal biaya,” katanya kepada AFP.

Indonesia sendiri telah mengerahkan lebih dari 20.000 tentara, polisi dan personel lainnya untuk mengatas kebakaran hutan dengan bom air di Sumtera dan Kalimantan.(Forumhijau.com/FHI/CNA/AFP/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Kabut Asap
 
  Upaya Penanggulangan ISPA Akibat Bencana Kebakaran dan Kabut Asap Ditinjau dari Prespektif UU
  1.000 Prajurit TNI Diberangkatkan ke Riau
  1.000 Prajurit TNI Diberangkatkan ke Sumsel
  Aksi Unjuk Rasa GMP Serentak di 5 Titik Menuntut Cegah Kebakaran Hutan
  PP Muhammadiyah: Musibah Asap Bukan Bencana Alam, Pemerintah Harus Segera Cari Solusi
 
ads1

  Berita Utama
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

 

ads2

  Berita Terkini
 
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2