WASHINGTON, Berita HUKUM - Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, mengatakan mendapatkan bukti yang terkuat sejauh ini bahwa air mengalir di permukaan Mars. Gambar-gambar dari Mars Reconnaissance Orbiter memperlihatkan bahwa selokan-selokan panjang di dalam kawah dan lereng kemungkinan dibentuk oleh air asin yang mengalir di permukaannya hingga sekarang.
Studi tentang Mars yang terbaru ini dipaparkan oleh para ilmuwan NASA di sebuah konferensi pers di Washington, Senin 18 September.
"Mars bukan planet yang kering dan gersang seperti yang kita perkirakan di masa lalu," tutur Jim Green, Direktur Ilmu Planet NASA kepada para wartawan.
"Di bawah kondisi-kondisi tertentu, cairan ditemukan di bawah Mars."
NASA juga menjelaskan bahwa beragam jenis garam diidentifikasi di selokan-selokan, yang bersama es yang mencair jadi bisa mengalir.
Keberadaan carian di Mars membuktikan bahwa planet tersebut masih aktif secara geologis dan sekaligus sedikit meningkatkan kemungkinan bahwa Mars menampung organisme kehidupan yang sederhana.
Para ilmuwan selama ini memang menduga ada air yang mengalir di Mars namun masih tertanya-tanya bagaimana cairan bisa mengalir di permukaannya karena termperatur yang berada di bawah 0' Celcius.
Namun pengamatan selama 15 tahun belakangan atas selokan-selokan dan permukaan lapisan yang berubah sesuai dengan musim, meningkatkan dugaan cairan mengalir di Mars
Sebuah tim yang dibentuk Badan Antariksa AS, NASA telah mulai tinggal di sebuah kubah dekat gunung berapi yang tandus di Hawaii untuk melakukan simulasi kehidupan seperti di planet Mars.
Mereka akan hidup dalam isolasi selama satu tahun, mulai Jumat (28/8), yang akan merupakan masa terpanjang untukm percobaan jenis ini.
Para ahli memperkirakan bahwa misi manusia ke Planet Merah bisa makan waktu antara satu hingga tiga tahun.
Tim berkekuatan enam orang itu akan hidup dalam lingkungan kecil di bawah kubah, tanpa udara segar, makanan segar atau privasi.
Mereka menutup diri dari dunia luar pada Jumat pukul 15:00 waktu setempat (Sabtu, 07:00 WIB).
Jika melakukan perjalanan ke luar kubah berdiameter 11m dan tinggi 6m itu, mereka harus mengenakan pakaian ruang angkasa -baju astronot.
Tim NASA itu terdiri dari seorang ahli biologi ruang angkasa (astrobiologi) Prancis, seorang fisikawan Jerman, dan empat Amerika: arsitek, jurnalis, ilmuwan tanah, dan seorang pilot.
Masing-masing lelaki dan perempuan itu akan memiliki sebuah tempat tidur kecil dan meja di dalam ruangan mereka. Perbekalan mereka meliputi antara lain keju bubuk dan ikan tongkol kalengan.
Misi ke Stasiun Antariksa Internasional ISS memerlukan waktu enam bulan. NASA sudah melangsungkan eksperimen hidup terisolasi selama empat bulan dan delapan bulan.
Sementara para insinyur mengarahkan perhatian pada tantangan teknis dan ilmiah dari perjalanan ke Mars, eksperimen isolasi diarahkan pada unsur manusiawi dari penjelajahan, dan dan permasalahan yang bisa timbul dari kehidupan bersama di lingkungan yang begitu kecil.
"Saya pikir salah satu pelajaran yang bisa dipetik adalah bahwa kita tak bisa benar-benar mencegah konflik antar pribadi. Bahkan kendatipun para anggotanya adalah orang-orang terbaik, masalah akan selalu bisa muncul selama misi yang begitu panjang itu," kata Kim Binsted, seorang pakar NASA.(BBC/bh/sya) |