Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Nasa
Nasa Uji Pesawat Mendarat di Mars
Monday 30 Jun 2014 03:54:17
 

Peluncuran sempat tertunda enam kali akibat angin kencang.(Foto: twitter)
 
WASHINGTON DC, Berita HUKUM - Badan antariksa Amerika Serikat Nasa berhasil menguji teknologi baru yang dapat digunakan untuk mendaratkan pesawat ruang angkasa di planet Mars.

Sebuah balon helium eksperimental meluncurkan pesawat berbentuk piring cawan yang disebut Low Density Supersonic Decelerator (LDSD) pada kecepatan supersonik hingga 55 kilometer di atas bumi, dimana lingkungan mirip dengan atmosfer Mars yang tipis.

Sebuah perisai berbentuk donat dan parasut besar dibuka untuk memperlambat kecepatan piring terbang tersebut sebelum mendarat di Samudera Pasifik.

Diharapkan sistem ini akan memungkinkan pesawat ruang angkasa yang lebih berat dan bahkan astronot untuk mendarat di Mars.

Peluncuran yang dilakukan dari Hawai sempat tertunda enam kali bulan ini karena angin kencang.
Para insinyur NASA mengatakan sebelum uji coba bahwa mereka akan mengumpulkan data berharga untuk mengetahui apakah teknologi pada LDSD dapat bekerja dengan baik atau tidak.

Pesawat ruang angkasa tersebut diharapkan untuk kembali ke Hawai tahun depan untuk melakukan dua penerbangan uji coba lanjutan.

NASA berencana ambisius misi robot baru ke Mars, meletakkan dasar untuk ekspedisi ilmu pengetahuan manusia lebih kompleks yang akan datang, pesawat ruang angkasa yang dibutuhkan untuk mendarat dengan aman di permukaan planet merah itu tentu menjadi semakin besar, mengangkut muatan yang lebih besar untuk mengakomodasi diperpanjang tinggal di permukaan Mars .

Teknologi saat ini untuk melambat dari kecepatan tinggi masuk atmosfer untuk tahap akhir pendaratan di Mars tanggal kembali ke Viking Program NASA, yang menempatkan dua pendarat Mars pada tahun 1976 dasar Viking desain parasut telah digunakan sejak -. Dan berhasil digunakan lagi pada tahun 2012 untuk memberikan rover Curiosity ke Mars.

NASA berusaha untuk menggunakan tarik atmosfer sebagai solusi, menyimpan mesin roket dan bahan bakar untuk manuver akhir dan prosedur pendaratan. The pendarat planet berat besok, bagaimanapun, akan membutuhkan perangkat tarik yang jauh lebih besar daripada sekarang digunakan untuk memperlambat mereka - dan mereka perangkat drag-generasi berikutnya akan perlu digunakan pada kecepatan supersonik tinggi untuk aman tanah kendaraan, kru dan kargo . NASA Low Density Decelerator Supersonic (LDSD) Teknologi Demonstrasi Mission, dipimpin oleh NASA Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California, akan melakukan skala penuh, tes stratosfir dari teknologi terobosan tinggi di atas bumi untuk membuktikan nilai mereka untuk masa depan misi ke Mars.(BBC/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Nasa
 
  Rover Pejelajah dan Helikopter Pertama Milik NASA Sukses Mendarat di Mars
  Terobosan Baru, NASA Gandeng UBER Siap Sediakan Taksi Terbang Online
  NASA Luncurkan Orion Versi Berawak
  Nasa Uji Pesawat Mendarat di Mars
  Misi Maven Menuju MARS Diluncurkan NASA
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2