Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    

Nazaruddin Kritik Sikap Pimpinan KPK Seperti Dewa
Monday 22 Aug 2011 17:39:33
 

Nazaruddin saat digiring masuk ke gedung KPK (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
 
JAKARTA-Tersangka kasus suap wisma atlet Muhammad Nazaruddin akhirnya mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (22/8) pukul 15.40 WIB. Sejak turun dari mobil tahanan hingga ke lobi gedung, ia hanya menundukan wajahnya.

Namun, saat berjalan menaiki anak tangga, Nazaruddin sempat berseloroh,”Pimpinan KPK merasa dirinya seperti dewa." Setelah itu, ia bungkam dan meneruskan langkahnya memasuki gedung KPK dengan wajah tegang.

Nazaruddin sebelumnya dijadwalkan memenuhi panggilan komite etik yang dipimpin Abdullah Hehamahua pada pukul 10.00 WIB Senin (22/8). Ia baru terlihat datang menjelang sore. Sebelumnya, pengacara Nazaruddin, Dea Tunggaesti menyatakan kliennya menolak datang ke KPK selama permintaannya untuk pindah dari Rutan Mako Brimob tidak digubris.

Pemeriksaan Nazaruddin oleh Komite Etik KPK terkait adanya pertemuan antara elit partai Demokrat dengan Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah di rumahnya. Termasuk bertemu dengan Ade Raharja di salah satu restoran Jepang di Casablanca.

Hingga kini, Komite Etik KPK sudah memeriksa beberapa petinggi partai Demokrat diantaranya Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, Saan Mustopa dan Benny K Harman.(mic/spr)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2