Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Barack Obama
Obama Lakukan Pembicaraan dengan Rouhani
Saturday 28 Sep 2013 16:06:05
 

Pembicaraan antara Barack Obama dengan Hassan Rouhani berjalan baik.(Foto: reuters)
 
AMERIKA, Berita HUKUM - Presiden AS, Barack Obama telah berbicara melalui telepon dengan Presiden Iran, Hassan Rouhani terkait persoalan penanganan program nuklir. Pembicaraan ini menjadi catatan karena merupakan pembicaraan pertama yang dilakukan oleh pemimpin kedua negara dalam kurun waktu lebih dari tiga puluh tahun terakhir.

Dalam pembicaraan itu Obama berupaya membuat sebuah kemajuan dengan pemimpin baru Iran yang tengah berdiplomasi menjelaskan program nuklir negara itu. Sebelumnya Presiden Rouhani mengatakan kesepakatan terkait penanganan program nuklirnya sebaiknya dilakukan secepat mungkin.

Dia juga mengatakan Iran tidak berencana membuat bom nuklir seperti yang dituduhkan oleh negara-negara barat.

Rouhani yang menggambarkan bahwa pertemuan di PBB pekan ini sebagai sebuah 'langkah pertama,' juga percaya persoalan tentang nuklir bisa diselesaikan 'dalam waktu yang tidak lama.'

Hadapi hambatan

Dia menggambarkan pembicaraan awal dilakukan dalam suasana yang berbeda dengan suasana masa lalu.

Kantor berita Iran, Irna mengatakan pembicaraan Rouhani dengan Obama dilakukan sesaat sebelum pengganti Mahmoud Ahmadinejad itu meninggalkan New York, tempat dimana dia menghadiri pertemuan tahunan Majelis Umum PBB.

Wartawan BBC di New York, Bridget Kendal melaporkan bahwa pejabat Gedung Putih mengggambarkan pembicaraan selama 15 menit tersebut sebagai pembicaraan yang berlangsung dengan ramah.

Pejabat itu mengatakan pembicaraan telepon ini merupakan inisiatif dari Rouhani.
Dalam pembicaraan itu Obama sempat menyampaikan keprihatinannya terhadap nasib tahanan AS di Iran namun kemudian beralih pada upaya mencapai solusi dalam persoalan nuklir.

"Pasti akan ada sejumlah hambatan penting saat melangkah maju dan tidak ada jaminan semuanya akan berlangsung dengan baik, saya percaya kita bisa mencapai solusi yang komprehensif," kata Obama.

Rouhani juga mengatakan dia ingin mencapai kesepakatan penyelesaian nuklir dalam waktu antara tiga hingga enam bulan.(bbc/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Barack Obama
 
  Wisata Napak Tilas Obama Hingga Pidato Kunci di Dispora Indonesia
  Pidato Farewell, Obama: Demokrasi Membutuhkan Anda
  Obama Menyarankan Donald Trump, Kepresidenan AS Bukan Bisnis Keluarga
  DPR AS Tuntut Presiden Barack Obama
  Badan Intelijen AS Sadap 200 Juta SMS Setiap Hari
 
ads1

  Berita Utama
Eks Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji

Sepanjang Tahun 2025 MA Memutus 37.865 Perkara, Ketua: Beban Meningkat Namun Produktivitas Tetap Stabil

Pecah Rekor 3 kali OTT KPK dalam Sehari, Siapa Saja Pejabat yang Terseret?

6 Oknum Polisi Jadi Tersangka Kasus Dugaan Terlibat Pengeroyokan Hingga 2 Matel Tewas di Kalibata

 

ads2

  Berita Terkini
 
Eks Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji

Pemprov Jabar Hentikan Dukungan Pembiayaan 'Etalase Dunia' Masjid Raya Bandung

Sepanjang Tahun 2025 MA Memutus 37.865 Perkara, Ketua: Beban Meningkat Namun Produktivitas Tetap Stabil

Amal Said resmi dipecat sebagai dosen UIM usai ludahi kasir swalayan

Soal Gugatan Rp140 Miliar, Purnomo Prawiro dkk Lebih 'Keji' dari Debt Collector Mata Elang

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2