JAKARTA, Berita HUKUM - ORGANISASI masyarakat atau ormas Gerakan Rakyat meluncurkan kartu tanda anggota (KTA) pada Rabu, 17 Desember 2025. Mantan calon presiden Anies Baswedan, yang didapuk sebagai tokoh yang menginspirasi Gerakan Rakyat, menjadi anggota pertama ormas ini.
Ketua Umum Gerakan Rakyat Sahrin Hamid berujar masyarakat umum kini bisa mendaftar jadi anggota ormasnya setelah peluncuran KTA. "Membuka secara resmi pendaftaran anggota Gerakan Rakyat secara serentak untuk seluruh Indonesia," kata Sahrin dalam acara peluncuran di Jalan Brawijaya X, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Anies menyebut bersyukur gerakan ini masih terus konsisten berkonsolidasi sehingga bisa membuka keanggotaan untuk masyarakat umum. "Saya merasa bersyukur sekali bahwa konsistensi perjuangan pribadi-pribadi yang menginginkan adanya perubahan di Indonesia, berkumpul bersama di dalam sebuah wadah Gerakan Rakyat," kata mantan gubernur Jakarta ini.
Anies mengklaim cikal bakal Gerakan Rakyat telah ada sejak Desember dua tahun lalu. Kini, setelah peluncuran KTA secara resmi, Anies menyebut ormas Gerakan Rakyat telah memasuki babak baru.
Sebelumnya, kata Anies, kegiatan ormas Gerakan Rakyat lebih banyak dikonsolidasikan oleh para pegiat internalnya. "Hari ini pegiat-pegiatnya memberikan kesempatan kepada semua rakyat Indonesia untuk ikut bersama-sama di dalam Gerakan Rakyat ini," ucap Anies.
Organisasi masyarakat Gerakan Rakyat sebelumnya resmi dideklarasikan pada Kamis, 27 Februari 2025 di Gedung Jakarta Inisiatif Office, Cilandak, Jakarta Selatan. Wakil Ketua Umum Bidang Politik, Hukum dan Keamanan merangkap Juru Bicara Gerakan Rakyat Yusuf Lakaseng menyatakan ormas ini berangkat dari ide dan gagasan Anies Baswedan. “Terutama masalah pendidikan sebagai jalan mewujudkan kemajuan dan kemakmuran bagi rakyat,” kata dia melalui pesan tertulis ketika dihubungi Tempo, Kamis 27 Februari 2024.
Meski begitu, dirinya menekankan bahwa gagasan tersebut diharapkan bisa merepresentasikan ormas secara umum yang memang bergerak dari rakyat. "Gerakan rakyat harus sudah menjadi gerakan orang banyak, gerakan publik, tidak lagi menjadi personifikasi Anies sebagai individu," tuturnya.(HaninMarwah/Tempo/bh/sya) |