ACEH, Berita HUKUM - Partai Nasional Aceh (PNA) menuding pelaku pengeroyokan terhadap kadernya hingga tewas adalah kelompok dari Partai Aceh (PA).
"Kami mengutuk aksi kriminalitas itu," demikian ditegaskan oleh Sekretaris DPW PNA Aceh Utara, Sofyan, saat dimintai tanggapannya terkait meninggalnya M Juani, Ketua DPC PNA Kuta Makmur, kepada wartawan, Kamis (6/2).
Menurut Sofyan, tindakan PA itu sudah sangat kelewatan. Dan pihaknya juga sangat menyesalkan kinerja penegak hukum yang terkesan melakukan pembiaran atas insiden itu, hingga berbuntut panjang terjadi pertikaian antara kedua partai yang sama-sama dilahirkan dari Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Pun begitu, Partai berwarna orange itu telah menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada pihak kepolisian untuk menindaklanjutinya, dan diharapkan dapat diproses dengan seadil-adilnya. "Kami berharap kasus ini tidak terulang kembali," ucap Sofyan.
Diberitakan, M Juwaini (48) sebagai ketua DPC PNA Kuta Makmur, Aceh Utara, Provinsi Aceh, tewas setelah dibunuh oleh kelompok yang diduga merupakan kader Partai Aceh (PA).(bhc/sul) |