Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Latinusa
PT Latinusa Tbk Berupaya Mempertahankan Pangsa Pasar di Tengah Kesulitan
2016-04-01 09:25:02
 

Ilustrasi. Aktivitas produksi PT Latinusa, Tbk.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - PT Pelat Timah Nusantara Tbk (PT. Latinusa,Tbk), merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang memproduksi tinplate berkualitas tinggi dengan standar internasional. Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation juga merupakan penyedia bahan baku utama, Tin Mill Black Plate (TMBP), sehingga ketersediaan bahan baku senantiasa terjamin.

Tahun 2015 merupakan tahun penuh tantangan bagi Latinusa, perlambatan ekonomi dan tekanan dari harga komoditas dunia yang melemah dan mengalirnya produk tinplate impor ke Indonesia memberikan dampak negatif terhadap pencapaian kinerja Latinusa.

Perusahaan pemasok kaleng (tin plate) PT Pelat Timah Nusantara, Tbk (Latinusa) mencatatkan kerugian bersih US$ 7,1 juta atau setara dengan Rp 92 miliar sepanjang tahun 2014. Penurunan kinerja tersebut sangat signifikan pasalnya tahun 2013 perseroan masih mampu mencetak laba bersih sebesar US$ 278 ribu.

Sebagai konsekuensi, pemegang saham perseroan berkode emiten NIKL ini tidak dapat menerima dividen tahun 2015. "Dengan menyesal saya sampaikan bahwa berdasarkan hasil fiskal tahun 2014, kami belum bisa membayarkan dividen," ujar Komisaris Utama Kazumasa Shinkai dalam sambutannya di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Latinusa, di Grand Melia Hotel, Jakarta, Kamis (31/3).

Tahun 2013, Latinusa masih mampu mencetak laba usaha sebesar US$ 3,1 juta atau setara dengan Rp 40 miliar. Namun, akibat penurunan penjualan bersih sebesar 6 persen, dari US$ 172 juta pada 2013 menjadi Rp 163 juta pada 2014, serta penurunan harga, guna bersaing dengan produk impor, perseroan ini harus menanggung rugi usaha sebesar US$ 4,42 juta pada tahun lalu.

"Begitu kami berkompetisi dengan harga impor, dari dalam akan menekan marginal profit yang cukup tinggi, maka kalau kami produksi penjualan lebih kecil tentunya ada potensi kerugian yang lebih besar. Itulah kenapa kerugian kita lebih besar dibandingkan tahun 2013," kata Direktur Utama Latinusa Ardhiman dalam paparan publiknya usai menghadiri RUPS.

Ardhiman menjelaskan, perusahaannya harus bersaing harga dengan produk impor karena ingin mempertahankan pangsa pasar. Selain itu terdapat penurunan harga penjualan secara umum yang merupakan dampak dari tekanan terhadap harga komoditas dunia.

Ardhiman optimistis tahun ini Latinusa dapat memperbaiki kinerja perusahaan mengingat pangsa pasar domestik masih lebih besar dari kapasitas produksi perusahaan. Ke depannya, perseroan akan mengoptimalkan utiliasi kapasitas produksi pabrik hingga 160 ribu ton dari capaian produksi tahun lalu yang baru di level 140 ribu-an ton.

"Kalau kita bisa mengoptimalkan 160 ribu ton untuk pangsa pasar yang tadi 200 ribuan ton, pangsa pasar kita dari 63 persen dapat ke angka 80 persen," tutur Ardhiman.

Sebagai informasi, konsumsi nasional kaleng pada tahun 2014 mencapai 225 ribu ton, turun 2 persen dari tahun 2013 yang mencapai 230 ribu ton.

Tahun lalu, Latinusa memasok 62,5 persen dari kebutuhan nasional. Sebanyak 37,5 persen sisanya merupakan produk impor yang sebagian besar berasal dari Tiongkok. Dari sisi tonase, Latinusa tahun lalu memasok 141 ribu ton untuk konsumsi domestik atau turun 3 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 145,3 ribu ton.

Tahun lalu, perseroan memproduksi tin plate untuk berbagai produk, di antaranya 25 persen untuk produk susu, 14 persen untuk makanan, 16 persen untuk bisnis dan permen, 18 persen untuk cat, 18 persen untuk produk kimia, lima persen untuk kaleng umum, dua persen untuk buah dan minuman, serta dua persen untuk minyak goreng.

Dalam tiga tahun setelah proses revamping, tingkat uitilitas pabrik telah meningkat baik, yaitu mencapai 87% dengan demikian margin laba bisa optimal dalam meraih profitabilitas ke depannya. Latinusa juga semakin proaktif menerapkan proses pengadaan dalam rangka efesiensi biaya produksi dan biaya keuangan yang mungkin timbul dari eksposur. Latinusa juga melakukan penilaian terhadap aset-aset yang dimiliki, sehingga memperoleh surplus revaluasi terhadap aset tetap tanah sejumlah 9.281.530 dolar AS yang memberi dampak cukup positif terhadap penghasilan komprehensif perseroan.(bh/yun)





 
   Berita Terkait > Latinusa
 
  Kwartal Pertama 2016, Penjualan Latinusa Tbk Meningkat 20%
  PT Latinusa Tbk Berupaya Mempertahankan Pangsa Pasar di Tengah Kesulitan
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2