ACEH, Berita HUKUM - Perusahaan perkebunan sawit PT Patria Kamo terindikasi gunakan preman untuk hancurkan pemukiman penduduk, hal tersebut diduga dilakukan perusahaan tersebut setelah pemerintah Kabupaten Aceh Timur membuat keputusan, membebaskan sekitar 300 Ha lahan yang di kuasai perusahaan tersebut untuk kepentingan masyarakat.
Para preman bayaran perusahaan itu, diduga kuat dibekingi oleh oknum- oknum polisi yang mendapat jatah bulanan dari perusahaan nakal tersebut. Menurut Usman (50) salah seorang warga pada tim awak media menyebutkan, "Desa Gajah Mentah di Kecamatan Sungai Raya ini sudah ada semenjak jaman penjajahan dulu, namun dengan hadirnya perusahaan sawit itu, Desa tersebut hanya tinggal nama, Desanya hilang,” ujar Usman.
Masih menurut warga, yang tinggal dalam wilayah Desa Gajah Mentah pada tim awak Media (11/6), Juhari, Iskandar, Ariadi, Anurdiansyah, Idris, Riduan, Alamsyah, Saipon, bahwa pelaku perusakan rumah warga, adalah orang bayaran dari pihak Perusahaan, masing-masing berinisial N alias kureng warga SNB Aceh, AP warga buket drien, D warga SNB Pase, D warga SNB Pase, P alias grondong warga Alue Rangan, P alias kontak warga Buket Drien, dan salah seporang pelaku lainnya satu mantan Kades (Gechik) Desa Buket Drien berinisial N,
Menurut Warga lagi, pada kejadian tersebut juga, "melibatkan oknum polisi berinisial A dari Polsek setempat, Para preman bayaran juga dikawal oleh oknum Polisi dan Brimob,” sebut warga lagi.
Dan Satgas Patriot Nasional (Patron) Aceh Timur Kasmidi S.IP pada, Jumat (13/6) pada awak Media ini menyebutkan, "kalau seperti ini perlakuan pihak perusahaan terhadap warga masyarakat, lebih baik perusahaan itu angkat kaki dari Aceh Timur, karena tidak ada mamfaat bagi masyarakat, yang ada warga sengsara, di tambah lagi perusahaan itu selain membayar preman juga diduga kuat membayar oknum penegak hukum untuk membeking para preman dari jajaran Polres Langsa dan Brobda Kompi Aramiah,” ujar Kasmidi.
Sementara, hingga berita ini di turunkan ke meja Redaksi, pihak perusahaan belum berhasil di konfirmasi terkait dugaan membayar preman dan oknum penegak hukum untuk menghacurkan rumah warga, bahkan Manager & Humas perusahaan tersebut tidak mengangkat Hendphone, saat di telpon tim awak media.(bhc/kar)
|