ACEH, Berita HUKUM - Bupati Aceh Timur Hasballah (Rocky) mendapat tantangan dari pihak perkebunan sawit swasta PT. Patria Kamo yang berlokasi di Desa Gajah Mentah Kecamatan Sungai Raya. Tantangan tersebut di perlihatkan perusahaan itu dengan mengusir 130 kepala keluarga (KK) dan membumi hanguskan pemukiman warga desa tersebut, seperti diketahui PT. Patria Kamo yang masa berlaku HGU berakhir pada 31 Desember 2013 lalu, mengusir warga Desa Gajah Mentah yang di klaim masuk dalam HGU perusahaan tersebut.
Ratusan warga yang merasa terancam jiwanya saat ini mengungsi di belakang kantor Humas Sekdakap Aceh Timur dan rumah keluarganya. Amatan awak media ini di tempat pengungsaian 37 KK dari 130 KK saat ini menempati dan tidur di balai yang sangat tidak layak khususnya untuk balita, yang di samping ruangan terbuka, sebagian dari mereka anak anak balita.
Konflik yang berkepanjangan antara warga dengan pihak perkebunan tersebut sudah berlansung puluhan tahun, dengan berakhirnya HGU pada akhir tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah membebaskan 300 Hektar lahan untuk kepentingan Rakyat atas nama Desa Gajah Mentah, namun pihak perusahaan tidak terima dan menantang Pemkap setempat dengan menghancurkan rumah-rumah warga serta mengancam akan menembak warga yang berani pulang ke Desa itu.
Awak media ini berhasil mewawancarai orang tua Sulaiman Jamil (18) korban pemukulan oknum Preman bersenjata laras panjang, yang di sewa pihak perkebunan tersebut untuk meneror, memukul, mengusir dan membumi hanguskan pemukiman warga, Waltini (44) ibu korban pada pewarta ini menyebutkan sebelum kejadian pak Kades (Geuchik) suaminya Jumadi (53) yang juga Tuha 4 Gampoeng, serta anaknya Sulaiman Jamil sedang membuat laporan Bantuan Keuangan Pemakmu Gampoeng (BKPG) yang di kucurkan pemerintah pusat, kejadian tersebut terjadi pada tanggal 31 Mei 2014 lalu sekitar pukul 22:00 Wib.
"Datang 4 orang bersenjata laras panjang dengan menggunakan sepeda motor Mio dan Beat, 2 orang yang memakai helm nunggu di sepeda motor, dan 2 orang lagi masuk ke rumah saya langsung memukul Anak saya Jamil, bukan hanya anak kami pak kades pun ikut di pukul sama mereka, kepalanya di pijak pijak, akibat pemukulan tersebut mata anak saya bengkak membiru, dari mulut dan hidung keluar darah," ujar Waltini.
Kerugian warga akibat pengusiran tersebut di taksir milyaran rupiah, saat ini para korban yang mulai tinggal di tempat pengungsian dari hari Jum,at (20/6), bantuan yang diterima dari pihak Dinas Sosial Kabupaten setempat berupa 10 sak beras, 10 karton aqua, 10 dus indomie, 5 papan telor, 5 kg minyak goreng.
Sementara Geuchik Desa (Gampoeng) Gajah Mentah Kecamatan Sungai Raya Abd. Rahman (45) di dampingi Imam Gampoeng Jailani Asyek (60) pada awak media mernyebutkan, “kami di ancam dan diusir dari kampung, rumah-rumah kami di robohkan dengan menggunakan alat berat, harta kami hancur, kami tidak tau mau tinggal di mana sekarang, kami sangat berharap ada sikap tegas dari Bupati Aceh Timur, kami minta kepadfa pihak yang merusak, agar segera mengganti rumah rumah kami, “ ujar Abd Rahman dengan di amini warganya.(bhc/kar) |