Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Gaya Hidup    
Rolling Stones
PT a&e Media: Penerbit Majalah dan Situs Rolling Stone Indonesia, 2005-2017
2018-01-01 15:08:37
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Hari pertama di 2018 baru dimulai, penggemar musik Indonesia mendapat salam perpisahan dari salah satu majalah yang menjadi rujukan untuk informasi musik, Rolling Stone.

"Pada hari ini PT a&e Media sebagai penerbit majalah Rolling Stone Indonesia dan situs Rolling Stone Indonesia mengumumkan bahwa mulai 1 Januari 2018 kami tidak memegang lisensi majalah Rolling Stone Indonesia dan situs Rolling Stone Indonesia untuk beroperasi di wilayah Indonesia," demikian bunyi pengumuman di laman rollingstone.co.id.

Eddie Soebari, selaku Ketua a&e Media, kepada ANTARA News membenarkan penutupan majalah musik cabang dari Amerika Serikat, yang sudah terbit sejak 2005.<

"Efektif per 1 Januari 2018, lisensi penerbitan majalah dan situs Rolling Stone Indonesia, yang semula kami miliki di bawah PT a&e Media, telah kami kembalikan kepada principal kami, yaitu Rolling Stone yang berbasis di Amerika Serikat maupun Rolling Stone International," kata Eddia melalui pesan elektronik.

Pengumuman ini keluar setelah beberapa nama yang mengasuh majalah musik tersebut, mengumumkan perpisahan melalui media sosial.

Pengamat musik yang selama ini menjadi Pemimpin Redaksi Rolling Stone Indonesia, Adib Hidayat, mengumumkan di Twitter ia tidak lagi menulis di majalah tersebut.

"Tanggal 29 Desember 2017 menjadi hari terakhir saya bekerja di Rolling Stone Indonesia. Terimakasih untuk semua pihak yang telah banyak membantu kami selama lebih dari 12 tahun ini," kata @AdibHidayat.

Rolling Stone bukan satu-satunya majalah yang say goodbye pada 2017, pertengahan tahun, majalah Hai tidak lagi terbit, namun, beralih ke platform dalam jaringan.

Rolling Stone Indonesia menyikapi perubahan industri media dalam negeri yang cepat, dengan tidak lagi mengadopsi izin dari terbitan Amerika Serikat, baik untuk versi cetak maupun daring.

"Industri media yang tengah mengalami perubahan begitu cepat menyebabkan kelesuan pada sisi usahanya secara keseluruhan. Perubahan ini sedikit-banyak mempengaruhi 'infrastruktur' di sektor industri media," kata Eddie.

"Menurut kami, langkah ini adalah pilihan terbaik dalam menyikapi perubahan industri yang tengah terjadi saat ini," dia melanjutkan.

Bagi penyuka skena musik lokal maupun internasional, terutama musik independen Tanah Air, Rolling Stone menjadi salah satu sumber informasi yang mendalam.

Selama 12 tahun terbit, Rolling Stone Indonesia menyajikan ulasan pagelaran musik terkini, menyoroti perubahan industri musik, pergeseran genre dari tahun ke tahun, hingga trivia mengenai musisi.

Sekedar mengingatkan, Rolling Stone majalah ditulis tanpa "s" di akhir, agar tidak tertukar dengan band legendaris The Rolling Stones.

Edisi perdana Rolling Stone Indonesia menampilkan legenda reggae, Bob Marley di sampul depan, terbit perdana pada pertengahan 2005.


 



Legenda reggae Bob Marley menjadi sampul depan edisi pertama majalah Rolling Stone Indonesia, terbit pada 2005. (ANTARA News/ Dokumentasi Eddie Soebari) (ANTARA News/ Dokumentasi Eddie)

Edisi 152, edisi terakhir, Rolling Stone Indonesia mengangkat tema fotografi musisi maupun aktor yang pernah mereka bahas dalam majalah dari tahun ke tahun.

Menurut Eddie, sampul terakhir dirancang demikian sebagai dedikasi terakhir mereka untuk industri musik Indonesia.

"Terima kasih tak terhingga dari keluarga Rolling Stone Indonesia kepada para pembaca, klien, relasi, pemusik, band, label, kontributor, dan seluruh pihak yang telah membantu kami dalam perjalanan 12 tahun ini," demikian penutup salam perpisahan dari Rolling Stone Indonesia.(dbs/na/Antara/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Rolling Stones
 
  PT a&e Media: Penerbit Majalah dan Situs Rolling Stone Indonesia, 2005-2017
  Rolling Stones akan Rilis Album Baru Tahun ini
  Peneliti Temukan Tiga Revolusi Musik dalam 50 Tahun
  Nyanyian Mick Jagger untuk L'Wren Scott
  Mick Jagger Segera Jadi Kakek Buyut
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2