PAKISTAN, Berita HUKUM - Pakistan menyatakan mereka telah membebaskan mantan Menteri Kehakiman Taliban, Mullah Noorudin Turabi serta tiga tahanan Taliban lainnya sepanjang pekan ini, Selasa (1/1).
Pejabat di Afghanistan sebelumnya telah melakukan pembicaraan dengan pejabat Pakistan mengupayakan pembebasan sejumlah tahanan dari kelompok Taliban untuk menekan tercapainya kemajuan dalam proses pembicaraan damai.
Langkah serupa pernah diambil oleh Pakistan pada bulan November lalu dengan membebaskan 13 tahanan yang merupakan anggota kelompok Taliban.
Meski demikian, Pakistan sejauh ini belum menempatkan mantan orang nomor dua Taliban di Afghanistan, Mullah Abdul Ghani Baradar ke dalam daftar nama orang yang akan mereka bebaskan.
Pakistan saat ini juga masih menahan puluhan anggota Taliban lainnya.
Pasukan NATO dijadwalkan akan segera menarik diri dari Afghanistan pada akhir tahun 2014 dan pemerintah di Kabul berharap pembebasan sejumlah tokoh Taliban bisa membantu membawa kelompok militan ini ke dalam proses pembicaraan damai yang formal.
Dorong peletakan senjata
Pejabat Pakistan kepada kantor berita Reuters dan AFP bahwa mereka telah melakukan sejumlah pelepasan tahanan Taliban selain Mullah Noorudin Turabi.
Hal serupa juga disampaikan pejabat Afghanistan kepada wartawan BBC di Kabul, Bilal Sarwary.
Pejabat itu mengatakan tiga nama tokoh Taliban lain yang dibebaskan oleh Pakistan adalah:
1.Mullah Abdul, mantan Gubernur era pemerintahan Taliban
2.Mullah Allahdad,mantan wakil Menteri Komunikasi
3.Mullah Azzam, mantan pengawal pemimpin Taliban Mullah Omar
Wartawan BBC, Billal Sarwary mengatakan pemerintah berharap pembebasan Mullah Turabi akan mampu mendorong komandan lapangan Taliban meletakkan senjata mereka dan memberikan pemahaman yang sama kepada para pemimpin senior Taliban.
Mullah Turrabi sebelumnya ditangkap di Bandar Udara Karachi tujuh tahun lalu dan saat ini kondisi kesehatannya telah jauh menurun.
Seorang pejabat senior Afghanistan mengatakan kepada BBC bahwa Mullah Turabi dibebaskan Pakistan pada hari Kamis (27/12) lalu.(bbc/bhc/sya) |