JAKARTA, Berita HUKUM - Di kampus Universitas Bung Karno (UBK) Jl.Kimia, Jakarta pada hari Senin (31/8) dimulai dari pukul 08.00 WIB berlangsung pameran alat utama sistem pertahanan (Alutsista) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), selain itu juga dimeriahkan dengan atraksi koloni senjata dan seni beladiri Yongmoodo.
Berbagai kalangan turut berdatangan untuk meramaikan dan menyaksikan pameran ini, baik dari pelajar sekolah, mahasiswa, maupun masyarakat umum. Adapun pada pameran alutsista ini akan dilangsungkan selama dua hari. Nampak ada 14 alutsista yang dipamerkan di pelataran lapangan kampus UBK, yakni : Ranpur Anoa APC, Ranpur Anoa Intai, Mortir 81 Tampela, Senjata Bakduk, Meriam 76 MM, Meriam 57 MM S-60, Rudal Poprad maupun Radar.
Turut hadir Ketua Yayasan Pendidikan Bung Karno Rachmawati Soekarnoputri, Kepala Staf Kodam Jaya Brigjen Ibnu Widodo mewakili Pangdam Jaya Letjen Agus Sutomo, dan mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Joko Santoso, artis Julia Perez (Jupe), serta alumni para UBK.
"Pameran ini dimaksudkan untuk mengenalkan sistem persenjataan sekaligus ingin mendekatkan diri TNI dengan rakyat," terang Kasdam Jaya Brigjen Ibnu Widodo, saat menerangkan kepada pers akan tujuan kerjasama dengan kampus UBK pada pameran alutsista tersebut, Senin (31/8).
Beliau juga menambahkan bahwa sebagai bentuk pertanggungjawaban TNI kepada rakyat dan kalangan kampus atas apa yang dibeli. Jadi masyarakat bisa melihat kondisinya, termasuk memberikan kritik atau masukan kalau peralatan yang ada kurang memadai.
Adapun Jenderal TNI (Purn) Joko Santoso mantan Panglima TNI mengatakan, "Saya hadir di sini turut menyemangati agar kerjasama yang terbentuk ini mudah-mudahan bisa mendorong kerjasama dan mencerahkan, karena TNI berasal dari rakyat, berjuang bersama rakyat dan untuk rakyat," jelasnya.
"Menjaga keutuhan tanah air dan bangsa, karena mahasiswa ini kan agen-agen terdidik, jadi saya hadir di sini," tuturnya menambahkan.
Sedangkan, Rachmawati sendiri mengutarakan bahwa, pameran ini dilaksanakan guna membangkitkan kebanggaan masyarakat, khususnya mahasiswa / pelajar terhadap alutsista yang dimiliki Indonesia.
"Ini merupakan satu kebanggaan bagi kita semua (masyarakat), bagi bangsa Indonesia. Mahasiswa semakin mencintai TNI dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kedepannya TNI ikut bahu membahu dengan kondisi kekinian diperlukan kepedulian tentang bela negara," ujar Rachmawati Soekarnoputri, Ketua Yayasan Pendidikan Bung Karno dan putri presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno.(bh/mnd) |